Batam (Kemenag) — Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, S.Pd.B., M.Pd., diwakili oleh Penyuluh Agama Buddha Kota Batam, Langlang Labaela, S.Pd.B., M.Pd., menghadiri kegiatan Saṅghadāna Masa Kathina 2570 TB/2026 yang diselenggarakan di Vihāra Grha Buddha Manggala Batam pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan keagamaan ini menghadirkan 12 Bhikkhu anggota Sangha dari Saṅgha Theravāda Indonesia dan diikuti oleh umat Buddha yang hadir untuk melaksanakan praktik kebajikan pada masa Kathina.

Saṅghadāna merupakan salah satu tradisi penting dalam kehidupan umat Buddha pada masa Kathina, yaitu praktik berdana atau mempersembahkan kebutuhan kepada Sangha sebagai bentuk penghormatan, ketulusan, dan pengembangan kemurahan hati. Melalui kegiatan ini, umat memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan Dāna sebagai bagian dari pengembangan kebajikan sekaligus memperkuat keyakinan terhadap Tiratana, yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha.

Kehadiran Penyuluh Agama Buddha mewakili Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam menjadi bentuk dukungan dan perhatian terhadap kegiatan pembinaan spiritual umat Buddha. Selain itu, momentum Saṅghadāna juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, pengurus vihara, anggota Sangha, dan masyarakat Buddha dalam membangun kehidupan keagamaan yang harmonis serta penuh kebersamaan.

Dalam kesempatan tersebut, Langlang Labaela menyampaikan apresiasi kepada pengurus Vihāra Grha Buddha Manggala, panitia pelaksana, serta seluruh umat yang telah berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan panitia yang telah mempersiapkan kegiatan Saṅghadāna Masa Kathina 2570 TB/2026 dengan baik. Kehadiran 12 Bhikkhu anggota Sangha dari Saṅgha Theravāda Indonesia menjadi kesempatan berharga bagi umat untuk mengembangkan kebajikan melalui praktik berdana. Semoga kegiatan ini membawa manfaat, memperkuat keyakinan, serta menumbuhkan semangat kemurahan hati dan kepedulian dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Langlang.

Lebih lanjut, kegiatan Saṅghadāna diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menjadi momentum bagi umat Buddha untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Dhamma secara nyata. Praktik berdana mengajarkan ketulusan dalam memberi, mengurangi kemelekatan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang saling mendukung dan harmonis.

Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam berharap kegiatan keagamaan seperti Saṅghadāna Masa Kathina dapat terus dilaksanakan dan menjadi sarana penguatan spiritual umat Buddha. Melalui sinergi antara pengurus vihara, Sangha, penyuluh agama, dan umat, pembinaan kehidupan keagamaan di Kota Batam diharapkan semakin berkembang. Momentum Kathina juga menjadi pengingat bahwa kebajikan, kemurahan hati, dan kepedulian merupakan nilai penting dalam mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis.