Batam (Kemenag) — Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, beserta jajaran menghadiri perayaan Hari Jadi Dewa Tiong Thua Tao Fuan Sue yang diselenggarakan di Cetya Teratai Sakti, Batam, pada Minggu, 18 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari tradisi keagamaan dan penghormatan umat kepada Dewa Tiong Thua Tao Fuan Sue, sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan umat dalam menjalankan praktik keagamaan dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Perayaan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk berkumpul, melaksanakan rangkaian kegiatan keagamaan, serta memperkuat keyakinan dan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Selain memiliki makna religius, kegiatan ini juga mencerminkan kekayaan tradisi keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Kota Batam. Keberadaan cetya sebagai tempat ibadah dan pembinaan spiritual memiliki peran penting dalam memelihara kehidupan beragama, membangun kebersamaan, serta menumbuhkan sikap saling menghormati di tengah keberagaman masyarakat.

Dalam sambutannya, Supriyanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya perayaan Hari Jadi Dewa Tiong Thua Tao Fuan Sue di Cetya Teratai Sakti. Ia menegaskan bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya menjadi sarana untuk menjalankan tradisi dan meningkatkan keyakinan spiritual, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian, serta memperkuat nilai-nilai kebajikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Kami berharap perayaan ini tidak hanya menjadi momentum untuk melestarikan tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebajikan, cinta kasih, toleransi, dan kerukunan. Melalui kegiatan keagamaan, umat diharapkan semakin mampu mengamalkan nilai-nilai luhur dalam kehidupan sehari-hari serta berkontribusi positif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Supriyanto menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pelaksanaan tradisi keagamaan dan pengamalan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, nilai-nilai kebajikan, penghormatan terhadap sesama, dan kepedulian sosial merupakan landasan penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Ia juga berharap agar Cetya Teratai Sakti terus menjadi tempat pembinaan spiritual bagi umat, sekaligus berperan aktif dalam menjaga kerukunan dan memperkuat hubungan sosial di lingkungan sekitarnya.
Kehadiran Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam beserta jajaran dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk perhatian dan dukungan terhadap kehidupan keagamaan umat Buddha di Kota Batam. Dukungan ini sejalan dengan upaya memperkuat pembinaan umat, menjaga keberlangsungan kegiatan keagamaan, serta mendorong terwujudnya kehidupan beragama yang rukun dan damai. Sinergi antara pemerintah dan pengurus rumah ibadah diharapkan dapat terus terjalin sehingga berbagai kegiatan keagamaan tidak hanya memberikan manfaat spiritual, tetapi juga memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.
Melalui perayaan Hari Jadi Dewa Tiong Thua Tao Fuan Sue ini, diharapkan umat semakin bersemangat dalam melestarikan tradisi keagamaan yang diwariskan oleh para pendahulu, sekaligus menjadikan nilai-nilai kebajikan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam berharap Cetya Teratai Sakti terus berkembang sebagai pusat kegiatan spiritual, pembinaan umat, dan penguatan kerukunan. Dengan semangat kebersamaan, cinta kasih, dan saling menghormati, kehidupan beragama di Kota Batam diharapkan semakin harmonis serta memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya masyarakat yang damai dan sejahtera.

























































