Batam (Kemenag) — Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam, Supriyanto, S.Pd.B., M.Pd., beserta jajaran menghadiri acara Malam Apresiasi Panitia Pawai Khitong 2026 yang dilaksanakan pada Minggu, 25 Oktober 2026, bertempat di Rumah Makan Jodoh, Batam. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, yang hadir sekaligus memberikan arahan kepada panitia dan seluruh pihak yang terlibat. Hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Drs. Ardiwinata, serta Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Asmin Patros, S.H., M.Hum. dan Pembimas Buddha Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, Kodo Eko Prayogo, S.Ag. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia yang telah berkontribusi dalam menyukseskan penyelenggaraan Pawai Khitong 2026.
Pawai Khitong 2026 diselenggarakan oleh Magabutri (Majelis Agama Buddha Tridharma) Kepulauan Riau sebagai bagian dari upaya melestarikan tradisi dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah untuk menampilkan kekayaan budaya dan kreativitas, tetapi juga berperan dalam mempererat persaudaraan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta membangun semangat kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kota Batam. Melalui penyelenggaraan kegiatan budaya seperti ini, nilai-nilai tradisi diharapkan tetap terjaga dan menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas serta keharmonisan masyarakat.

Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menyampaikan apresiasi kepada Magabutri Kepulauan Riau dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan Pawai Khitong 2026. Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan, melestarikan budaya, serta memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Batam. Menurutnya, kegiatan budaya tidak hanya menjadi sarana hiburan dan pelestarian tradisi, tetapi juga dapat mempererat hubungan antarmasyarakat serta mendorong partisipasi berbagai elemen dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kota Batam diharapkan terus bersinergi dengan organisasi kemasyarakatan, organisasi keagamaan, dan para pelaku budaya dalam menjaga kekayaan tradisi serta menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Pawai Khitong bukan hanya tentang menampilkan tradisi dan budaya, tetapi juga menjadi wujud kebersamaan masyarakat Batam yang beragam. Saya berharap semangat gotong royong, toleransi, dan persaudaraan yang telah ditunjukkan oleh seluruh panitia dapat terus dipertahankan. Mari kita bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya sebagai kekayaan daerah, sekaligus menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Kota Batam yang harmonis, maju, dan saling menghargai,” demikian arahan yang dirumuskan untuk menggambarkan pesan Wakil Wali Kota Batam dalam kegiatan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Supriyanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas dedikasi, kerja keras, dan semangat gotong royong yang telah ditunjukkan dalam mempersiapkan serta melaksanakan Pawai Khitong 2026. Ia menegaskan bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak terlepas dari komitmen, koordinasi, dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan. “Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh panitia Pawai Khitong 2026, khususnya Magabutri Kepulauan Riau, atas kerja keras, waktu, tenaga, dan pikiran yang telah dicurahkan. Semoga segala upaya dan pengabdian yang telah diberikan membawa manfaat bagi masyarakat, mempererat persaudaraan, serta semakin memperkuat kerukunan di Kota Batam,” ungkap Supriyanto.
Acara Malam Apresiasi Panitia Pawai Khitong 2026 diharapkan menjadi bentuk penghargaan atas kontribusi seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengabdi kepada masyarakat. Kehadiran unsur pemerintah daerah, legislatif, serta jajaran Kementerian Agama menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mendukung pelestarian budaya dan penguatan kerukunan umat beragama. Melalui momentum ini, Penyelenggara Bimas Buddha Kota Batam menegaskan dukungannya terhadap upaya pelestarian tradisi, penguatan toleransi, dan pembangunan kehidupan masyarakat yang harmonis, inklusif, serta saling menghargai di Kota Batam.






















































