Batam (Kemenag) β Kehadiran agama sebagai pilar penguat di tengah krisis kesehatan kembali ditunjukkan secara nyata oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam. Melalui Seksi Urusan Agama Kristen, jajaran Penyuluh Agama Kristen hadir menyapa sekaligus mengalirkan dukungan doa, penguatan iman, serta motivasi bagi para pasien dan keluarga pendamping di RSUD Embung Fatimah, Kota Batam, pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Pelayanan emosional dan kerohanian yang berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini dirancang untuk membalut kelelahan jiwa warga yang tengah terbaring sakit. Kehadiran para utusan Kemenag Batam disambut hangat dengan penuh sukacita dan wujud rasa syukur oleh para pasien serta sanak keluarga yang setia mengapit ranjang perawatan.
Mengusung perenungan yang teduh namun menggelorakan semangat bertajuk Percayalah Dengan Segenap Hatimu, Allah Dialah Penyembuhmu", aksi pelayanan di sisi tempat tidur pasien ini berfokus pada pemulihan ketahanan mental dan spiritual.
Dalam wejangan yang disampaikan penuh empati, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Batam, Rikardo Butar Butar, mengajak seluruh pasien dan keluarga pendamping untuk semakin melambungkan keimanan mereka kepada Kristus sebagai Sang Penyembuh Sejati. Rikardo menekankan bahwa keyakinan batin yang teguh merupakan fondasi utama yang mendampingi setiap ikhtiar medis, sehingga proses pemulihan fisik dapat berjalan dalam naungan kedamaian dan ketenangan jiwa.
Di setiap kamar perawatan yang disinggahi, untaian doa dan kata-kata motivasi mampu memancarkan kedamaian di tengah kepasrahan para pasien. Isak haru dan rasa lega terpancar dari raut wajah keluarga yang merasa mendapat amunisi ketabahan baru untuk terus mendampingi anggota keluarga mereka hingga sembuh.
Pihak keluarga pasien mengapresiasi tinggi kepedulian Kemenag Batam yang secara konsisten dan berkesinambungan menyapa ruang-ruang perawatan rumah sakit. Gerakan pelayanan kerohanian ini membuktikan komitmen Kemenag Batam untuk selalu hadir di tengah masyarakatβbukan hanya sebagai penyampai ajaran, melainkan sebagai penopang harapan dan perawat kemanusiaan.

























































