BATAM (Kemenag) — Agama tidak hanya mengatur tata cara ibadah ritual antara manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengajarkan pentingnya menghadirkan keharmonisan keluarga, kepedulian sosial, serta kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Semangat tersebut melandasi kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) rutin yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) Kantor Kementerian Agama Kota Batam, M. Yusuf, bersama kelompok binaannya pada Rabu (21/10/2026), bertempat di Vasum Warga, Bengkong Pertiwi Kota Batam.

Mengusung program Pusaka Keluarga Sakinah, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembinaan ketahanan rumah tangga, melainkan juga menyentuh persoalan ekonomi riil yang dihadapi masyarakat.

Membangun Fondasi Keluarga Sakinah

Dalam pemaparannya, M. Yusuf menekankan bahwa keluarga sakinah merupakan cita-cita yang harus diwujudkan melalui ikhtiar nyata, ilmu, komunikasi yang sehat, serta kesabaran. Menurutnya, keharmonisan rumah tangga tidak hanya diukur dari aspek finansial, melainkan juga dari kekuatan iman dan rasa saling peduli antaranggota keluarga.

Namun demikian, ia menggarisbawahi bahwa aspek ekonomi tetap menjadi pilar pendukung yang penting. Tekanan ekonomi kerap menjadi ujian dalam rumah tangga, sehingga pembinaan keagamaan perlu diimbangi dengan dorongan kemandirian ekonomi.

"Keluarga yang kuat membutuhkan fondasi spiritual yang kokoh, hubungan yang harmonis, serta ikhtiar nyata untuk memenuhi kebutuhan hidup secara layak," ujar M. Yusuf.

Mengintegrasikan Dakwah dan Pemberdayaan Ekonomi

Hal menarik dalam Bimluh kali ini adalah pembahasan peluang usaha berbasis lingkungan yang tengah berkembang di masyarakat, seperti pekerjaan memecah biji kenari. Peluang ini menjadi angin segar bagi warga yang membutuhkan tambahan penghasilan rumah tangga.

Ia mengingatkan agar masyarakat dapat memanfaatkan peluang ekonomi produktif ini secara bijaksana, transparan, dan tetap memperhatikan kesepakatan kerja yang adil.

Melalui pendekatan ini, peran Penyuluh Agama Islam terbukti semakin luas. Penyuluh hadir tidak hanya untuk membimbing ibadah, tetapi juga mendengarkan kebutuhan sosial-ekonomi warga