BATAM β Suasana haru dan kekeluargaan mewarnai momen perpisahan Nazahati Kosim, seorang Penyuluh Agama Islam pada KUA Kecamatan Sagulung, saat berpamitan dengan rekan-rekan sejawatnya di KUA Kecamatan Sungai Beduk, tempat ia bertugas sebelumnya. Acara perpisahan tersebut dilangsungkan pada Rabu, 7 Oktober 2026.
Tidak hanya sekadar berpamitan, kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh Ustadz Nazahati Kosim untuk berbagi ilmu melalui kegiatan pembinaan keluarga bertema amalan agar menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah serta dikaruniai keturunan yang shaleh dan shalehah (Dzuriyat Sholih/ah).
Dalam pemaparannya, Ustadz Nazahati menjelaskan bahwa setiap fase kehidupan manusia memiliki tantangan serta amalan doa khusus yang terus bertambah seiring berjalannya waktu. Berikut adalah tahapan doa dalam mengarungi fase kehidupan berkeluarga:
1. Fase Single / Bujang (Doa Memohon Jodoh & Kebaikan)
Bagi yang masih berada di masa lajang, dianjurkan memanjatkan doa Nabi Zakaria AS saat belum memiliki keturunan agar tidak dibiarkan hidup seorang diri:
βRobbi laa tadzarnii fardan wa anta khoirul waaritsiin (Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri dan Engkaulah Waris Yang Paling Baik).β* (QS. Al-Anbiya: 89)
Robbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yun waj'alnaa lil muttaqiina imaamaa
Ya Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan dan keturunan sebagai penyenang hati, dan jadikan kami pemimpin bagi orang-orang bertakwa." (QS. Al-Furqan: 74)
Ustadz Nazahati berpesan agar para generasi muda tidak hanya sekadar meminta jodoh semata, tetapi juga memohon jodoh yang akan mewariskan kebaikan dalam membangun bahtera rumah tangga.
2. Fase Berkeluarga (Doa Keberkahan Rumah Tangga)
Setelah menikah, doa tidak berhenti atau selesai begitu saja, melainkan justru ditambah agar rumah tangga tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga senantiasa diberkahi dan sakinah:
Baarakallahu laka wa baaraka 'alaika wa jama'a bainakumaa fii khoir
βSemoga Allah memberkahimu, memberkahi atasmu, dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan.β (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
3. Fase Punya Anak (Doa Anak Saleh)
Ketika buah hati lahir, orang tua diingatkan untuk tidak sekadar merasakan kebahagiaan, melainkan langsung mendoakan kesalehannya meneladani doa Nabi Ibrahim AS:
Robbi hab lii minash shoolihiin
βYa Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.β (QS. Ash-Shaffat: 100)
4. Fase Anak Mulai Besar (Doa Menjadi Ahli Agama dan Al-Qur'an)
Seiring bertambahnya usia anak, porsi doa ditingkatkan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang dekat serta cinta kepada ajaran agama dan Al-Qur'an.
5. Fase Anak Dewasa / Punya Cucu (Doa Ampunan, Penjagaan Hati, dan Jauh dari Zina)
Ustadz Nazahati menjelaskan bahwa ketika anak sudah menginjak usia dewasa di tengah besarnya tantangan zaman dan pergaulan (seperti pengaruh gawai dan lingkungan), doa orang tua harus "naik level". Doa dipanjatkan bukan sekadar meminta kecerdasan intelektual, melainkan memohon kepada Allah agar senantiasa menjaga hati anak-anak dari perbuatan maksiat serta melindungi kehormatan mereka.
Melalui rangkaian amalan doa dan pesan bermakna tersebut, ia berharap para hadirin dapat terus membentengi diri dan keluarga dari setiap fase kehidupan dengan senantiasa menggantungkan harapan kepada Allah SWT.






















































