Batam ( Kemenag ) β Penyuluh Agama Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sagulung, Nasahati, bersama Penyuluh Agama KUA Kecamatan Batu Ampar, Nazir, melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) keagamaan secara kolaboratif di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Barelang pada hari Senin, 5 Oktober 2026.
Kegiatan kolaborasi yang diinisiasi oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam ini mengangkat tema utama tentang "Pertaubatan" guna memberikan pencerahan mental dan spiritual bagi para warga binaan.
Dalam penyuluhan yang dilakukan secara bersama-sama tersebut, terdapat dua poin penting yang disampaikan kepada para warga binaan:
Kesadaran dan Pengakuan Kesalahan: Setiap manusia tidak ada yang luput dari kekurangan dan ketidaksempurnaan. Oleh karena itu, manusia yang baik adalah mereka yang mau mengakui kesalahannya, memohon ampun kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menyesali perbuatan melanggar hukum dan ketentuan agama yang pernah dilakukan.
Komitmen untuk Tidak Mengulangi: Hakikat taubat yang sesungguhnya adalah rasa penyesalan yang mendalam disertai tekad yang kuat untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Langkah ini diharapkan mampu mengembalikan jati diri warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik, saleh, serta kelak siap kembali berguna bagi keluarga, masyarakat, nusa, dan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Nazir menyampaikan pesannya, "Tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini, tetapi manusia yang terbaik di sisi Tuhan adalah mereka yang berani mengakui kesalahannya, tulus memohon ampun, dan bertekad kuat untuk memperbaiki diri agar menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama."
Menambahkan hal tersebut, Nazahati memberikan teladan nyata tentang arti taubat dengan merujuk pada kisah Nabi Adam AS. Ia mengungkapkan, "Sebagai teladan, mari kita lihat contoh taubatnya Nabi Adam AS yang menangis penuh penyesalan ketika melakukan satu kesalahan setelah memakan buah khuldi. Beliau tidak lantas berputus asa, melainkan dengan penuh kerendahan hati memanjatkan doa penyesalan yang diajarkan langsung oleh Allah SWT. Pertaubatan yang tulus adalah awal dari lembaran baru; mari manfaatkan waktu pembinaan ini untuk membersihkan hati dan jiwa, serta membangun kembali harapan demi masa depan yang lebih baik bagi diri sendiri, keluarga, nusa, dan bangsa." tambahnya.
Doa taubat Nabi Adam tercantum dalam Surat Al-A'raf ayat 23:
βRabbana zhalamna anfusana, wa in lam taghfir lana wa tarhamna lanakunanna minal-khasirin.β
Artinya:
"Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi."
Melalui sinergi dan kolaborasi pembinaan rohani ini, pihak Kemenag Batam berharap para warga binaan dapat memanfaatkan masa pembinaan di Lapas Barelang untuk melakukan refleksi diri, memperbaiki diri secara spiritual, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.

















