Batam (Humas MTs Negeri 2 Batam), — MTs Negeri 2 Batam menerima kunjungan dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau dalam rangka pelaksanaan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kunjungan tersebut dihadiri oleh Ardito Yuliaji dan Novianti sebagai perwakilan dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mendukung peningkatan kemahiran berbahasa Indonesia di lingkungan pendidikan, khususnya bagi murid madrasah. Melalui pelaksanaan UKBI, kemampuan berbahasa Indonesia dapat diukur secara objektif sehingga peserta dapat mengetahui tingkat kemahirannya dalam menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) merupakan instrumen evaluasi untuk mengukur kemampuan seseorang dalam berbahasa Indonesia. Pengujian ini mencakup berbagai aspek keterampilan berbahasa, seperti menyimak, membaca, serta kemampuan memahami dan menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan konteks komunikasi.

Kehadiran perwakilan Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau di MTs Negeri 2 Batam menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara lembaga kebahasaan dan satuan pendidikan dalam membangun kesadaran akan pentingnya penggunaan bahasa Indonesia yang baik, benar, dan sesuai dengan kaidah kebahasaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta didik MTs Negeri 2 Batam semakin termotivasi untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Indonesia, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pelaksanaan UKBI diharapkan dapat menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.

MTs Negeri 2 Batam menyambut baik kunjungan dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan kompetensi kebahasaan murid serta mendukung peningkatan mutu pendidikan di madrasah.

Dengan adanya kegiatan UKBI, MTs Negeri 2 Batam terus berupaya mendukung penguatan literasi dan kecakapan berbahasa Indonesia di kalangan murid sebagai bekal untuk menghadapi tantangan pendidikan dan komunikasi di masa depan.