BATAM ( Kemenag ) โ€“ Kamis, 05 November 2026. Jeruji besi bukanlah akhir dari perjalanan hidup, dan masa lalu yang kelam bukanlah alasan untuk berhenti berharap kepada rahmat Allah SWT. Pesan penuh hikmah inilah yang mewarnai kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) Agama Islam rutin bagi warga binaan di RUTAN Kelas IIA Barelang Kota Batam.

Kegiatan kali ini menghadirkan dua Penyuluh Agama Islam Fungsional Kementerian Agama Kota Batam, yakni H. Nasir Darmawasyah, S.Pd.I., M.Pd.I. dan M. Yusuf, S.Sos.I., M.Pd. Keduanya menyampaikan materi keislaman yang sarat makna, menggugah kesadaran, sekaligus mengajak warga binaan melakukan introspeksi diri.

Dalam penyampaian materi pertama, H. Nasir Darmawasyah, mengupas Tafsir Surah Al-Maidah ayat 90 beserta pembahasannya. Ayat tersebut mengingatkan umat Islam agar menjauhi khamar, perjudian, berhala, dan praktik mengundi nasib karena semuanya termasuk perbuatan keji dari perbuatan setan. Pesan utamanya adalah pentingnya menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan yang dapat merusak kehidupan dunia maupun akhirat.

Selanjutnya, M. Yusuf, menyampaikan materi bertajuk โ€œNarkoba dalam Perspektif Islamโ€. Dengan pendekatan yang menyentuh dan menggugah kesadaran, ia mengaitkan bahaya narkoba dan minuman keras (khamar) dengan sebuah hadis tentang ancaman bagi orang yang meminum khamar, yakni tidak diterimanya salat selama 40 hari.

Sebuah pertanyaan reflektif pun dilontarkan kepada para warga binaan:

โ€œJika salat saja terancam tidak diterima selama 40 hari akibat meminum khamar, bagaimana jika seseorang meninggal dunia sebelum genap 40 hari setelah meminumnya, sementara ia belum sempat bertaubat?โ€

Pertanyaan tersebut bukan untuk memvonis nasib seseorang di hadapan Allah, melainkan menjadi alarm bagi setiap jiwa agar tidak meremehkan dosa, tidak bermain-main dengan narkoba dan khamar, serta tidak menunda taubat. Sebab, pintu ampunan Allah senantiasa terbuka bagi hamba-Nya yang sungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Melalui kegiatan Bimluh ini, kedua penyuluh berharap warga binaan tidak sekadar menjalani masa pembinaan secara fisik, tetapi juga mengalami perubahan secara spiritual. Menjadikan masa di balik jeruji sebagai momentum memperbaiki salat, membersihkan hati, meninggalkan kebiasaan buruk, dan membangun tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Karena sesungguhnya, setiap manusia memiliki masa lalu, tetapi setiap manusia juga berhak memperjuangkan masa depan.

Jeruji besi mungkin membatasi langkah, tetapi tidak pernah mampu menghalangi seseorang untuk bersujud, bertaubat, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

โ€œJangan pernah merasa terlalu jauh dari Allah untuk kembali. Sebab, seburuk apa pun masa lalumu, rahmat dan ampunan Allah jauh lebih luas.โ€

Kementerian Agama Kota Batam โ€“ Hadir Membimbing, Menyentuh Hati, Menguatkan Iman, dan Menebarkan Harapan.( M.Yusuf )