Batam (Kemenag Batam) β€” Semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tampak begitu kuat di tengah masyarakat Batam Kota. Ratusan jamaah memadati Masjid At-Taubah, Perumahan Costa Rica Residence, Batam Kota, Jumat malam (28/8/2026), dalam kegiatan Safari Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Batam Kota.

Kegiatan yang berlangsung selepas Salat Isya tersebut diikuti jamaah dari berbagai kalangan. Tidak hanya memenuhi ruang utama masjid, jamaah juga tampak memenuhi halaman masjid. Suasana berlangsung khidmat, semarak, dan penuh kekeluargaan.

Safari Maulid tersebut menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW sekaligus mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

Hadir sebagai penceramah, Dr. (c) KH. Luqman Hakim, M.Pd., ASN Kementerian Agama Kota Batam. Dalam tausiyahnya, Kiai Luqman mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas keimanan, memperbaiki akhlak, dan memperkuat mahabbah kepada Rasulullah SAW.

Luruskan Niat dalam Menghadiri Majelis Maulid

Kiai Luqman menekankan pentingnya meluruskan niat dalam menghadiri majelis Maulid Nabi Muhammad SAW.

Menurutnya, menghadiri majelis Maulid hendaknya dilandasi kecintaan kepada Rasulullah SAW, sebagai bentuk ta'dhim, rasa syukur atas kelahiran Nabi, serta kegembiraan atas hadirnya sosok mulia yang membawa risalah Islam dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

β€œMari kita luruskan niat. Kita hadir di majelis Maulid untuk mengagungkan Rasulullah SAW, bersyukur atas kelahiran beliau, memperbanyak shalawat, dan menumbuhkan mahabbah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW,” pesan Kiai Luqman.

Ia juga mengingatkan bahwa kecintaan kepada Rasulullah SAW hendaknya tidak berhenti pada ucapan dan peringatan Maulid semata. Mahabbah kepada Nabi harus diwujudkan dengan mengikuti akhlak, sunnah, dan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

β€œKalau kita mengaku mencintai Rasulullah SAW, maka akhlak Rasulullah harus menjadi teladan dalam kehidupan kita. Cinta kepada Nabi harus melahirkan perubahan pada diri kita menjadi pribadi yang lebih baik, santun, peduli, dan bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya.

Mengingat Hari Akhir dan Menguatkan Amal

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Luqman juga mengingatkan jamaah tentang kehidupan akhirat dan dahsyatnya hari kiamat. Ia mengajak umat Islam untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat dengan memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, memperbanyak shalawat, serta senantiasa mengikuti petunjuk Rasulullah SAW.

Peringatan Maulid, lanjutnya, semestinya mampu membangkitkan kesadaran umat untuk semakin dekat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

β€œJangan hanya ramai ketika Maulid, tetapi setelah Maulid kita kembali seperti semula. Jadikan Maulid sebagai titik perubahan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan semakin mencintai Rasulullah SAW,” tuturnya.

Perkuat Ukhuwah dan Syiar Islam

Antusiasme masyarakat dalam mengikuti Safari Maulid mendapat apresiasi dari pengurus Masjid At-Taubah. Kehadiran ratusan jamaah dinilai menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam mengikuti kegiatan keagamaan sekaligus mempererat silaturahmi.

Pengurus DKM Masjid At-Taubah menyampaikan terima kasih kepada MWCNU Kecamatan Batam Kota yang telah menjadikan masjid tersebut sebagai salah satu tempat pelaksanaan Safari Maulid.

β€œKami sangat bersyukur dan mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini. Antusiasme jamaah luar biasa. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar pengurus DKM.

Safari Maulid juga menjadi ruang perjumpaan antara ulama, tokoh agama, pengurus masjid, organisasi keagamaan, dan masyarakat. Semangat kebersamaan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ukhuwah dan kerukunan di tengah kehidupan masyarakat Kota Batam yang majemuk.

Melalui Safari Maulid, MWCNU Kecamatan Batam Kota diharapkan terus berkontribusi dalam menghidupkan syiar Islam, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW di tengah masyarakat.

Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW pada akhirnya bukan hanya tentang mengenang kelahiran seorang Nabi, tetapi juga tentang menghadirkan kembali akhlak, kasih sayang, keteladanan, dan semangat persaudaraan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. (Humas KUA Bengkong)