Batam (Kemenag) — Persekutuan Gereja-Gereja dan Lembaga-Lembaga Injili Indonesia (PGLII) Kota Batam menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) Tahun 2026 pada Senin, 2 November 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di GBI Manhop, Jalan Karangetang, Taman Baloi, Kecamatan Batam Kota. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, pimpinan organisasi gereja, para hamba Tuhan, gembala jemaat, serta pimpinan gereja dan lembaga Injili se-Kota Batam.

Kantor Kementerian Agama Kota Batam hadir melalui Seksi Urusan Agama Kristen yang diwakili oleh Kepala Seksi Urusan Agama Kristen, Esther Sri Liasna. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya MUSDA PGLII dan menegaskan bahwa PGLII memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai wadah pemersatu gereja-gereja Injili, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama, meningkatkan pembinaan umat, dan mendukung pembangunan Kota Batam.

Esther menyampaikan tiga harapan Kemenag melalui MUSDA tersebut, yakni semakin kokohnya persatuan gereja-gereja, lahirnya program kerja inovatif yang peduli terhadap persoalan sosial, pendidikan, dan kemanusiaan, serta terpilihnya kepengurusan yang berintegritas, visioner, dan mampu bersinergi dengan pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa Kemenag Kota Batam senantiasa membuka ruang komunikasi dan koordinasi untuk mendukung kegiatan positif organisasi keagamaan.

Melalui MUSDA ini, PGLII Kota Batam diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, melakukan evaluasi pelayanan, serta menghasilkan keputusan dan program kerja yang relevan dengan kebutuhan jemaat dan masyarakat. Semangat persatuan dan kolaborasi diharapkan menjadi landasan bersama dalam menjaga Batam tetap aman, damai, dan rukun di tengah keberagaman.