Batam (Kemenag) - Semangat pelestarian budaya dan kreativitas generasi muda menggema di lingkungan MAN 2 Kota Batam melalui kegiatan KATAFEST 9Th yang diselenggarakan pada Rabu, 28 Oktober 2026. Mengusung tema “Menggema dalam Bahasa, Berkarya dan Berbudaya”, kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi peserta didik untuk menunjukkan bakat, kreativitas, sekaligus kecintaan terhadap kekayaan bahasa dan budaya Nusantara.
KATAFEST 9 Th 2026 menghadirkan lima cabang perlombaan yang dirancang untuk menggali potensi serta memberikan kesempatan kepada peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan di berbagai bidang seni, budaya, bahasa, dan kreativitas. Kelima cabang tersebut meliputi Lenggok Nusantara, Pesona Busana Nusantara, Jejak Legenda, Gores Cita Rasa, dan Nusa Karya. Setiap cabang lomba memiliki karakteristik dan daya tarik tersendiri. Lenggok Nusantara menjadi wadah bagi peserta untuk menampilkan keindahan gerak dan kekayaan seni tari Nusantara. Pesona Busana Nusantara menghadirkan kreativitas dalam memperkenalkan keindahan busana tradisional Indonesia. Sementara itu, Jejak Legenda mengajak peserta mengenal dan menghidupkan kembali cerita serta warisan legenda daerah.
Adapun Gores Cita Rasa menjadi ruang kreativitas dalam mengolah dan memperkenalkan kekayaan kuliner Nusantara. Sementara Nusa Karya memberikan kesempatan kepada peserta untuk menuangkan ide, gagasan, dan inovasi melalui karya kreatif yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia.
Dalam sambutannya, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MAN 2 Kota Batam, Al Azmi, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya KATAFEST 9Th 2026. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan sarana pembentukan karakter, pengembangan potensi, dan penanaman rasa cinta terhadap budaya bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab untuk menjaga dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia di tengah perkembangan zaman. Melalui kegiatan seperti KATAFEST 9Th, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu menunjukkan kemampuan dan kreativitas, tetapi juga memiliki keberanian untuk tampil, menghargai keberagaman, serta terus mengembangkan potensi diri.
Lebih lanjut, ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap rangkaian perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, dan menjadikan kompetisi sebagai pengalaman berharga. Kemenangan bukanlah satu-satunya tujuan, tetapi proses belajar, keberanian berkarya, dan kemampuan menghargai karya orang lain merupakan nilai penting yang harus diperoleh dari kegiatan ini.
Penyelenggaraan KATAFEST 9Th 2026 juga menjadi momentum istimewa dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober. Semangat persatuan yang diwariskan para pemuda Indonesia menjadi inspirasi untuk terus menumbuhkan generasi yang berkarakter, kreatif, dan memiliki kepedulian terhadap identitas bangsa. Melalui lima cabang perlombaan yang dihadirkan, MAN 2 Kota Batam berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi pengembangan minat, bakat, kreativitas, serta apresiasi terhadap seni dan budaya.
KATAFEST 9Th 2026 menjadi bukti bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan identitas yang harus terus dihidupkan melalui kreativitas generasi masa kini. Sebab, bahasa adalah suara peradaban, karya adalah wujud kreativitas, dan budaya adalah identitas yang menyatukan keberagaman Indonesia. *(Tim Humas MAN 2 Kota Batam)*






















































