Batam (Kemenag) β Prestasi gemilang kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan madrasah di Kota Batam. Tujuh siswa utusan MAN 2 Kota Batam berhasil memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Essay Competition 3rd International Student Summit (ISS) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 11β12 September 2026.
Kompetisi internasional yang mempertemukan pelajar dari berbagai negara tersebut menjadi saksi ketangguhan mental, daya saing, serta kualitas akademik delegasi madrasah asal Batam. Dalam ajang ini, MAN 2 Kota Batam sukses membawa pulang Silver Medal, Bronze Medal, serta kategori Favorite Poster.
Adapun ketujuh siswa berbakat yang menjadi delegasi dalam ajang internasional ini meliputi Muhammad Ihsan, Annisa Dona, Ishaira Kinanti, Mudrikatun Nisa, Aisha Jannatul Xaviera, Anisya Mutiara Hafidzah, dan Manda Jusika Putri.
Kepala MAN 2 Kota Batam, Eka Nopriyandri, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas pencapaian luar biasa yang diukir oleh anak didiknya di kancah global.
"Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga atas prestasi yang diukir oleh anak-anak kita di kancah internasional," ujar Eka, Minggu (13/9/2026).
Menanggapi pencapaian tersebut, Eka menilai bahwa keberhasilan ini merefleksikan kualitas sumber daya manusia madrasah yang matang, di mana para pelajar tidak hanya unggul dalam penguasaan teori tetapi juga handal dalam implementasi riset dan adu gagasan ilmiah.
"Capaian trofi dan medali ini merefleksikan ketangguhan akademik serta ketajaman intelektual anak-anak kita. Mereka membuktikan kapasitasnya untuk berdiri sejajar, berdiskusi, dan memenangkan kompetisi di hadapan peserta dari berbagai belahan dunia," tutur Eka.
Perjalanan menuju podium juara tentu menuntut kedisiplinan dan kerja keras yang tidak sebentar. Di bawah bimbingan intensif para guru, kontingen MAN 2 Kota Batam melewati rangkaian persiapan panjang, mulai dari bedah literatur, penulisan esai ilmiah, perancangan poster visual yang komunikatif, hingga simulasi presentasi dan debat.
Sinergi antara inovasi isi esai, estetika penyajian visual, serta ketenangan dalam sesi tanya jawab menjadi keunggulan komparatif yang mengantar mereka memikat para juri internasional. Terkait proses pembentukan karakter dan mentalitas tersebut, Eka memberikan pandangannya lebih jauh.
"Kompetisi di luar negeri bukan hanya soal membawa pulang medali, tetapi tentang bagaimana anak-anak kita belajar meluaskan cara pandang, menempa keberanian mental, dan membuktikan bahwa kualitas pelajar madrasah kita mampu berdiri sejajar di panggung dunia," ungkap Eka.
Sebagai bentuk apresiasi, Eka turut menyampaikan rasa bangga kepada seluruh pihak yang mengawal proses panjang kontingen hingga berbuah manis di negeri jiran.
"Penghargaan setinggi-tingginya saya sampaikan kepada seluruh siswa dan guru pembimbing yang telah mencurahkan tenaga serta pikiran. Semoga buah dari perjuangan ini menjadi pemantik semangat bagi keluarga besar MAN 2 Kota Batam untuk terus menorehkan karya terbaik," ucap Eka.
Ke depan, pihak madrasah berkomitmen untuk terus merawat ekosistem akademik yang progresif agar tradisi juara ini dapat terus berlanjut dan menginspirasi gelombang prestasi berikutnya.
"Kami ingin tradisi riset dan budaya ilmiah ini terus berakar di madrasah. Pengalaman internasional ini membuktikan bahwa jika anak-anak diberi ruang dan bimbingan yang tepat, potensi mereka tidak memiliki batas," pungkasnya.
























































