Batam (Kemenag) — Guna membangun budaya siaga, peduli, dan tidak panik dalam menghadapi situasi darurat di lingkungan pendidikan berbasis pesantren, Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Nazahati Kosim, S.Ag., berkolaborasi dengan Tim Kesehatan Puskesmas Sei Lekop, Kecamatan Sagulung merilis program edukasi kesehatan.
Kegiatan bertajuk "Gerakan Sekolah Siaga Darurat: Edukasi Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan pada Peserta Didik" ini diselenggarakan di Yayasan Zam-Zam Darussalam, Kav. Sagulung Baru Blok B No. 07, Batam, pada Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan edukasi dan pelatihan penanganan medis dasar ini diikuti oleh 140 peserta didik dari jenjang SLTP (SMP/MTs) dan SLTA (SMA/MA) Pondok Pesantren serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Zam-Zam Darussalam.
Dalam sambutannya, Penyuluh Agama Islam, Nazahati Kosim, S.Ag., menyoroti krusialnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor dalam memberikan penyuluhan serta edukasi kepada masyarakat umum maupun lingkungan lembaga pendidikan.
"Penyuluhan kepada masyarakat harus menyentuh berbagai aspek kehidupan secara komprehensif. Hari ini kita berkolaborasi secara terpadu: kami dari Penyuluh Agama menyampaikan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian, dan ikhtiar dari kacamata syariat Islam, sementara Pihak Puskesmas Sei Lekop mengupasnya secara ilmiah dari segi medis dan kesehatan," ujar Nazahati Kosim.
Ia menambahkan bahwa di lingkungan pondok pesantren, santri hidup bersama selama 24 jam penuh. Risiko kedaruratan fisik seperti pingsan, mimisan, luka jatuh, tersedak, kejang, sesak napas, hingga kecelakaan ringan bisa terjadi kapan saja. Selama ini, para santri cenderung pasif dan hanya menunggu penanganan dari pengasuh atau Ustadz/Ustadzah. Padahal, detik-detik pertama (*golden time*) pasca-kejadian sangat menentukan keselamatan jiwa seseorang.
Pada kesempatan yang sama, Tim Kesehatan Puskesmas Sei Lekop yang dipimpin oleh dr. Indah Kirana, S.MM.bersama Hepy Kurnia, S.Tr.Keb. dan tim medis memberikan pembekalan materi serta praktik secara komprehensif.
Materi yang disampaikan jajaran Puskesmas Sei Lekop meliputi:
1. P3K Dasar: Prinsip utama Do No Harm (tidak memperparah kondisi korban), tata cara memanggil bantuan medis secara cepat, dan penentuan posisi aman bagi korban.
2. Penanganan Luka & Pendarahan: Teknik menghentikan pendarahan secara efektif serta metode pembalutan luka yang benar.
3. Pingsan, Kejang, & Mimisan: Penanganan posisi miring (*recovery position*) serta edukasi mengenai hal-hal yang pantang/dilarang dilakukan saat menghadapi korban pingsan atau kejang.
4. Tersedak & Sesak Napas: Teknik bantuan awal (*choking first aid*) ketika ada rekan santri yang tersedak makanan atau minuman.
5. Patah Tulang & Keseleo: Cara mengimobilisasi bagian tubuh yang cedera serta penekanan agar tidak asal melakukan pemijatan pada cedera organ/otot.
6. Praktik Simulasi Mandiri: Peserta didik mempraktikkan secara langsung teknik penanganan kegawatdaruratan bersama teman sebaya di bawah bimbingan dan pengawasan tim medis.
Melalui Gerakan Sekolah Siaga Darurat ini, para santri Yayasan Zam-Zam Darussalam diharapkan mampu menjadi pertolong pertama yang sigap, terampil, dan tenang sebelum tenaga medis tiba di lokasi. Kolaborasi ini turut menegaskan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pesantren yang sehat, aman, dan tanggap darurat di Kota Batam.
























































