Batam (Kemenag) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sei Beduk terus berkomitmen dalam membekali pasangan calon pengantin (catin) guna membangun fondasi rumah tangga yang kuat, harmonis, dan berkualitas. Bertempat di Aula KUA Sei Beduk, kegiatan Bimbingan Calon Pengantin sukses diselenggarakan pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh lima pasang calon pengantin dari berbagai wilayah di Kecamatan Sei Beduk. Guna memberikan pemahaman yang menyeluruh, pembekalan disampaikan secara komprehensif oleh para narasumber ahli yang mencakup aspek keagamaan, fiqih pernikahan, manajemen ekonomi keluarga, hingga kesehatan reproduksi.

Sesi materi pertama dibuka oleh Penyuluh Agama, Subur, yang memaparkan tips penting dalam merajut kehidupan rumah tangga yang sakinah, mawaddah, warahmah.

"Setiap keluarga pasti menginginkan keluarganya menjadi sakinah, mawaddah, warahmah. Maka, kita harus tahu bagaimana cara mewujudkan hal tersebut, di antaranya harus lebih dekat dengan sumber pemberi kebahagiaan atau ketenangan yaitu Allah SWT dengan cara menjaga shalat lima waktu dan berdoa. Selain itu, pengantin harus saling terbuka dengan pasangannya, saling menyayangi dan mengasihi, menjalin komunikasi yang baik, serta bertanggung jawab sesuai hak dan kewajiban masing-masing," ujar Subur.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi fiqih akad nikah oleh Penghulu KUA Sei Beduk, Muhammad Jazam. Beliau menekankan pentingnya memahami rukun dan syarat nikah agar prosesi sakral tersebut bernilai ibadah dan sah di mata agama serta hukum.

"Akad nikah bukan sekadar ucapan ijab kabul yang diucapkan begitu saja, melainkan sebuah ikatan suci (mitsaqan ghalizhan) yang menghalalkan yang sebelumnya haram. Oleh karena itu, calon pengantin wajib memahami tata cara, rukun, dan syaratnya secara benar agar pelaksanaan akad nikah berjalan sah dan membawa keberkahan bagi rumah tangga mereka," jelas Jazam.

Tidak kalah penting, pembekalan berlanjut pada aspek finansial rumah tangga yang disampaikan secara bergantian oleh Abdullah Dahlawi dan Mukti Ali Yahya. Keduanya menekankan bahwa pengelolaan keuangan yang transparan dan terencana sangat menentukan keharmonisan keluarga ke depannya.

"Manajemen ekonomi adalah salah satu pilar penting penopang keutuhan rumah tangga. Pasangan suami istri harus transparan, pandai mengelola pendapatan sekecil apa pun dengan bijak, serta memprioritaskan kebutuhan pokok di atas keinginan semata agar terhindar dari gesekan finansial," ungkap Abdullah Dahlawi.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Mukti Ali Yahya, yang menambahkan bahwa perencanaan keuangan sejak dini melatih kedewasaan pasangan dalam menghadapi dinamika ekonomi keluarga.

"Perencanaan keuangan yang matang sejak awal pernikahan akan melatih kita untuk hidup tertib, terarah, dan siap menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan secara bersama-sama," tambah Mukti Ali Yahya.

Sebagai penutup rangkaian bimbingan, sesi terakhir diisi oleh petugas kesehatan dari UPTD Puskesmas Sei Beduk yang memberikan penyuluhan mendalam terkait kesehatan reproduksi. Perwakilan puskesmas menekankan bahwa kesehatan fisik dan kesiapan reproduksi memegang peranan vital dalam melahirkan keturunan yang sehat serta mencegah berbagai risiko kesehatan sejak dini.

"Kesehatan reproduksi merupakan fondasi penting bagi pasangan pengantin baru sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Melalui edukasi ini, kami ingin membekali calon pengantin agar memahami pentingnya menjaga kesehatan fisik, gizi seimbang, serta melakukan pencegahan dini terhadap berbagai masalah kesehatan demi tercapainya keluarga yang sehat, berkualitas, dan bebas dari risiko stunting," ujar petugas perwakilan UPTD Puskesmas Sei Beduk.

Melalui bimbingan terpadu lintas sektor ini, para pasangan calon pengantin tampak sangat senang dan antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Bekal ilmu agama, fiqih, finansial, dan kesehatan yang diperoleh diharapkan mampu menjadi panduan berharga bagi mereka dalam mengarungi bahtera rumah tangga yang harmonis.

*(sbr/zen)*