
Suasana saat Gotong Royong
Bengkong (Kemenag Batam) --- Semangat kebersamaan terpancar jelas di sepanjang jalan depan SMAN 25 Batam, Kelurahan Tanjung Buntung, saat segenap elemen masyarakat Kecamatan Bengkong berkumpul untuk melaksanakan aksi gotong royong (goro) kebersihan lingkungan. Kegiatan masif ini dihadiri langsung oleh Camat Bengkong, jajaran Polsek Bengkong, serta Lurah setempat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi motor penggerak bagi warga untuk bahu-membahu menata kawasan agar lebih asri dan sehat.
Tak hanya unsur pemerintahan, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi aktif dari KUA Bengkong, perangkat RT/RW, tokoh masyarakat (tomas), hingga berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) yang ada di wilayah Bengkong. Kelompok keagamaan seperti IPIM, BMGQ, dan PMB turut terjun langsung ke lapangan. Kolaborasi ini semakin lengkap dengan kehadiran sebagian siswa SMAN 25 Bengkong dan warga setempat yang antusias membersihkan drainase serta tumpukan sampah di bahu jalan.
Momen menarik terjadi ketika seluruh pihak tanpa sekat turun ke titik kotor, termasuk area yang cukup memprihatinkan. Ketua PMB Bengkong yang juga Pegawai KUA Bengkong, Imam Choirudin, S.Pd.I., menyampaikan apresiasinya melihat dedikasi para peserta. "Alangkah indahnya kebersamaan ini selalu terjalin," ujarnya. Ia mengaku terenyuh melihat pegawai KUA Bengkong yang tetap bersemangat dan rela mengangkat kantong-kantong sampah yang bahkan sudah berbelatung untuk segera dinaikkan ke dalam truk pengangkut sampah.
Kepala KUA Bengkong, H. Alikek, S.Ag., dalam sambutannya menekankan bahwa menjaga kebersihan bukanlah tugas satu pihak saja, melainkan kewajiban kolektif. Beliau mengimbau agar seluruh elemen masyarakat memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sekitar. Menurutnya, lingkungan yang bersih akan menciptakan suasana ibadah dan belajar yang lebih kondusif bagi semua warga, terutama bagi para siswa di sekolah tersebut.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini berhasil mengangkut puluhan kantong sampah plastik dan limbah rumah tangga yang sempat menyumbat aliran air. Selain untuk menjaga estetika kota, goro ini bertujuan untuk mencegah banjir dan meminimalisir sarang penyakit di musim penghujan. Solidaritas antara pihak kepolisian, pemerintah kecamatan, tokoh agama, dan pelajar ini diharapkan menjadi pemicu rutinnya agenda serupa di masa mendatang.
Aksi ini diakhiri dengan evaluasi singkat dan komitmen bersama untuk menjaga apa yang telah dibersihkan. Pesan utama yang dibawa dalam kegiatan ini adalah bahwa kebersihan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab bersama yang harus dijaga keberlanjutannya. Dengan sinergi yang kuat, wilayah Tanjung Buntung diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelurahan lain dalam hal kemandirian dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. (Humas KUA Bengkong)