Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta Jadi Fokus Peningkatan Mutu Guru MI dan MTs Iskandar Muda

Pembelajaran Berbasis Kurikulum Cinta Jadi Fokus Peningkatan Mutu Guru MI dan MTs Iskandar Muda

Batam (Kemenag) – Pengawas Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Hj. Muniroh, menghadiri kegiatan pembelajaran berbasis Kurikulum Cinta yang digelar oleh Yayasan Iskandar Muda Kota Batam. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh MI dan MTs Iskandar Muda Kota Batam pada Sabtu, 10 Januari 2026, bertempat di MI Iskandar Muda Kota Batam.

Kegiatan yang mengusung tema “Mendidik dengan Cinta, Mengabdi Setulus Hati” ini diselenggarakan dalam rangka peningkatan mutu guru pada Tahun Pelajaran 2025/2026 dan diikuti oleh para guru MI dan MTs Iskandar Muda.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Madrasah MI Iskandar Muda, Erdiana, Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) Iskandar Muda, Sari Komalasari, beserta seluruh guru MI dan MTs di bawah naungan Yayasan Iskandar Muda.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Iskandar Muda, Tengku Muhammad bin Zamzani, menegaskan bahwa Kurikulum Cinta merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik sejak dini.

“Kurikulum Cinta bukan hanya konsep pembelajaran, tetapi nilai dasar yang harus dihidupkan dalam setiap proses pendidikan. Melalui pendekatan ini, guru diharapkan mampu menanamkan sikap saling menghargai, empati, dan kasih sayang kepada peserta didik,” ujar Tengku Muhammad bin Zamzani.

Pengawas Madrasah Hj. Muniroh dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas komitmen Yayasan Iskandar Muda dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penerapan Kurikulum Cinta. 

“Penerapan Kurikulum Cinta sejalan dengan kebijakan penguatan pendidikan karakter di madrasah. Guru diharapkan mampu mengintegrasikan nilai-nilai cinta, moderasi, dan kemanusiaan dalam setiap mata pelajaran agar peserta didik tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berakhlak mulia,” tutur Hj. Muniroh.

Sementara itu, narasumber Narti Harahap menyampaikan sejumlah materi strategis, di antaranya implementasi Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 yang mencakup kerangka dasar kurikulum serta perubahan struktur kurikulum madrasah. Selain itu, ia juga memaparkan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta, konsep dan prinsip pembelajaran mendalam, serta penguatan kegiatan kokurikuler.


Dalam pemaparannya, Narti Harahap menekankan pentingnya peran guru dalam menerjemahkan kebijakan kurikulum ke dalam praktik pembelajaran yang bermakna.

“Guru tidak hanya menjalankan kurikulum, tetapi menghidupkan nilai-nilai di dalamnya. Pembelajaran berbasis cinta harus tercermin dalam sikap, metode, dan interaksi guru dengan peserta didik agar tercipta proses belajar yang aman, nyaman, dan bermakna,” ungkap Narti Harahap.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru MI dan MTs Iskandar Muda mampu mengimplementasikan Kurikulum Cinta secara konsisten dan terintegrasi dalam pembelajaran sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan madrasah yang ramah anak, berkarakter, dan berkualitas.

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI