
Suasana Rembuk Stunting
Bengkong (Kemenag Batam) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong, yang diwakili oleh Imam Khoiruddin, S.Pd.I., menghadiri kegiatan Rembug Stunting tingkat Kelurahan Tanjung Buntung pada Rabu (07/01). Acara ini menjadi krusial mengingat Tanjung Buntung memiliki populasi yang padat mencapai 43 ribu jiwa. Dalam pertemuan tersebut terungkap data bahwa pada akhir tahun 2025, terdapat 5 balita yang sedang dalam penanganan intensif, di mana 3 anak memiliki penyakit penyerta dan 2 anak lainnya tanpa penyakit penyerta.
Lurah Tanjung Buntung, Edi Supardi, S.Kom., membuka acara dengan penuh syukur di tengah suasana kantor kelurahan yang baru saja selesai direnovasi. Gedung yang kini tampil megah, indah, dan representatif tersebut diharapkan menjadi pemicu semangat bagi para pegawai untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. "Dengan wajah kantor yang baru, semoga berbanding lurus dengan kualitas pelayanan kami dalam melayani warga," ujar Edi dalam sambutannya.
Dari sisi medis, dr. Nazia memaparkan secara detail mengenai perkembangan reproduksi anak agar dapat tumbuh sehat dan normal. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari pemahaman yang benar tentang pola asuh dan nutrisi. Namun, tantangan besar masih membayangi karena tercatat kurang lebih 2.000 anak di wilayah ini belum terpantau oleh Puskesmas dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Hal ini disinyalir bukan karena kurangnya sosialisasi, melainkan karena masih rendahnya kepedulian sebagian masyarakat untuk membawa anak mereka ke fasilitas kesehatan.
Ibu Nila dari Bappeda turut menekankan pentingnya edukasi stunting bagi para Calon Pengantin (Catin) sebagai langkah awal mencetak generasi emas. Ia memberikan peringatan keras agar orang tua tidak lalai dalam memperhatikan anak pada usia rawan stunting (0-5 tahun). Kerjasama solid antara RT, RW, kader kelurahan, dan tim Puskesmas sangat dibutuhkan untuk menjangkau keluarga yang masih enggan memeriksakan anaknya ke Posyandu agar target penurunan angka stunting dapat tercapai secara maksimal.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh berbagai elemen penting, mulai dari Camat Bengkong, Kepala Puskesmas (Kapus), Lurah, perwakilan KUA, Ketua RW dan RT, tokoh masyarakat, hingga kader Posyandu. Kehadiran KUA Bengkong dalam acara ini mempertegas komitmen kementerian agama dalam mendukung program nasional melalui edukasi kepada calon pengantin agar memahami risiko stunting sebelum memasuki jenjang pernikahan. (Humas KUA Bengkong)