Resmi Jadi Masjid, Al Barokah Kampung Tua Tanjung Riau Gelar Sholat Jum'at Perdana

Resmi Jadi Masjid, Al Barokah Kampung Tua Tanjung Riau Gelar Sholat Jum'at Perdana

Batam (Kemenag) – Suasana khidmat dan penuh rasa syukur menyelimuti pemukiman warga di Tanjung Riau, Sekupang, pada Jumat (23/1) siang. Untuk pertama kalinya, Masjid Al Barokah menyelenggarakan ibadah sholat Jum’at berjamaah setelah secara resmi naik status dari musholla menjadi masjid.

Perubahan status ini ditandai dengan terbitnya izin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, yang menjadi tonggak sejarah baru bagi syiar Islam di wilayah tersebut.

Kehadiran Kepala Kantor Kemenag Batam

Istimewanya, pelaksanaan sholat Jum’at perdana ini dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, yang sekaligus bertindak sebagai Khotib. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap kemandirian rumah ibadah dalam melayani umat.

Dalam khotbahnya, Budi Dermawan ia menjelaskan maksud dari Firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 18:

"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah..."

Ia memaparkan bahwa ada dua aspek utama dalam memakmurkan masjid:

Imarah Maddiyah (Kemakmuran Fisik): Menjaga kebersihan, keindahan, dan kenyamanan bangunan masjid.

Imarah Ma’nawiyah (Kemakmuran Rohani): Mengisi masjid dengan sholat berjamaah, pengajian, dakwah, serta kegiatan sosial yang bermanfaat bagi umat.

"Memakmurkan masjid adalah bukti keimanan seseorang. Dengan status baru sebagai masjid, Al Barokah harus menjadi pusat peradaban dan pemersatu warga di Tanjung Riau ini," ujar Budi Dermawan di atas mimbar.

Masjid sebagai Pusat Peradaban

Dalam pesannya di atas mimbar, Budi juga menekankan bahwa peran masjid tidak boleh terbatas hanya pada tempat ibadah ritual semata. Ia memaparkan tugas dan fungsi masjid dari berbagai aspek penting:

1. Aspek Spiritual: Sebagai tempat sujud dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

2. Aspek Sosial: Masjid harus menjadi perekat silaturahmi antarwarga dan pusat bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.

3. Aspek Edukasi: Menjadi wadah pembinaan generasi muda melalui pendidikan Al-Qur'an dan kajian ilmu.

4. Aspek Ekonomi: Mendorong pemberdayaan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, infak, dan sedekah yang produktif.

"Masjid bukan sekadar bangunan fisik yang megah, melainkan jantung kehidupan masyarakat. Setelah statusnya menjadi masjid, tanggung jawab kita bersama adalah memakmurkannya dengan berbagai kegiatan positif," ujar Budi Dermawan dalam khotbahnya.

Antusiasme Warga

Ratusan jamaah dari lingkungan Masjid Al Barokah tampak memadati ruang utama hingga selasar masjid. Warga mengaku bangga dan lega karena kini mereka tidak perlu jauh-jauh lagi menuju masjid lain untuk menunaikan kewajiban sholat Jum'at.

Dengan resminya status Masjid Al Barokah, diharapkan pengelolaan kegiatan keagamaan semakin terstruktur dan mampu memberikan dampak maslahat yang lebih luas bagi masyarakat Sekupang dan sekitarnya.

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI