PMB Bengkong Gelar Program "SABAR" di Masjid Agung Kelana Jaya: Perkuat Spiritual dan Sinergi Kamtibmas

Suasana saat mendengarkan Arahan dari Kapolsek Bengkong dan saat Sahur Bersama

Bengkong (Kemenag Batam) --- Persatuan Mubaligh Batam (PMB) Kecamatan Bengkong sukses menyelenggarakan program khusus Ramadhan bertajuk "SABAR" (Sahur Bersama) pada Kamis dini hari, 26 Februari 2026. Bertempat di Masjid Kelana Jaya, Bengkong Sadai, kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari pengurus PMB, jajaran imam masjid, serta perwakilan Polsek Bengkong yang dihadiri oleh Bhabinkamtibmas, Bapak Ardianto. Meski rintik hujan mengguyur wilayah Bengkong yang menyebabkan beberapa undangan dari pihak Kecamatan, Kelurahan, dan KUA berhalangan hadir, suasana di dalam masjid tetap terasa hangat dan penuh kekeluargaan.

Kegiatan dimulai tepat pukul 02.00 WIB di bawah panduan langsung Ketua PMB Bengkong, Ustadz Imam Choirudin, S.Pd.I., yang juga pegawai KUA Bengkong. Agenda diawali dengan Khatmil Qur'an 30 juz, di mana setiap peserta yang hadir bertanggung jawab menyelesaikan pembacaan satu juz Al-Qur'an secara simultan. Memasuki pukul 03.00 WIB, rangkaian ibadah berlanjut dengan pelaksanaan Qiyamul Lail yang meliputi shalat Tahajud, shalat Hajat, dan shalat Tasbih berjamaah. Momentum spiritual ini ditutup dengan sesi sahur bersama yang menjadi inti dari kebersamaan para mubaligh dan pengurus masjid dalam menyambut keberkahan fajar.

Setelah melaksanakan shalat Subuh berjamaah, acara dilanjutkan dengan Kuliah Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Ahmad Badawi. Mengambil referensi dari kitab Nasoihud Diniyah, beliau mengangkat tema sentral bahwa "Niat seorang mukmin lebih baik daripada amalnya." Dalam tausiyahnya, Ustadz Ahmad menekankan bahwa ketulusan hati dalam beribadah dan berkhidmat kepada masyarakat merupakan fondasi utama yang nilainya sangat agung di sisi Allah SWT, melampaui manifestasi fisik dari amal itu sendiri.

Suasana semakin hidup saat memasuki sesi dialog interaktif yang diikuti oleh jamaah dengan penuh khidmat. Diskusi tidak hanya berfokus pada persoalan amaliyah ibadah, tetapi juga memotret realita sosial terkait ketertiban lingkungan. Para peserta menyoroti isu sensitif mengenai merosotnya moral remaja usia sekolah, seperti fenomena perang sarung, tongkrongan liar, hingga perilaku merokok di jam belajar maupun di siang hari saat bulan puasa. Dialog ini melahirkan kesepahaman bahwa menjaga moralitas generasi muda adalah tanggung jawab kolektif yang mendesak.

Menanggapi fenomena sosial tersebut, ditekankan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah, pihak sekolah, para dai, hingga aparat keamanan untuk mengatasi kenakalan remaja secara preventif dan edukatif. Ardianto, selaku perwakilan Polsek Bengkong, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya terhadap inisiatif PMB. Beliau menegaskan bahwa kepolisian siap mendukung penuh program-program PMB yang berkelanjutan, terutama dalam menciptakan kondusivitas wilayah melalui pendekatan keagamaan yang menyentuh akar rumput.

Menutup rangkaian acara, Khaidir selaku pengurus Masjid Kelana Jaya menyatakan rasa syukur dan senangnya atas terpilihnya masjid mereka sebagai lokasi program SABAR. Beliau berharap kolaborasi antara para mubaligh, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan ini terus terjaga demi mewujudkan Bengkong yang religius dan aman. Meskipun cuaca hujan sempat menjadi kendala bagi sebagian undangan, keberhasilan acara ini menjadi bukti bahwa semangat dakwah dan kepedulian sosial di Bengkong tetap menyala kuat. (Humas KUA Bengkong)

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI