Perkuat Fondasi Keluarga, KUA Bengkong Beri Pembekalan Intensif bagi 10 Pasangan Calon Pengantin

Suasana saat Bimbingan Perkawinan

Bengkong (Kemenag Batam) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong terus berkomitmen menekan angka perselisihan rumah tangga melalui edukasi sejak dini. Pada Selasa (10/3), KUA Bengkong kembali menggelar agenda rutin Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti oleh 10 pasangan calon pengantin dari berbagai wilayah di Kecamatan Bengkong. Untuk mencairkan suasana dan membangun kedekatan emosional, kegiatan ini diawali dengan sesi "Tepuk Sakinah", sebuah metode interaktif yang membuat para peserta merasa lebih rileks dan antusias sebelum menerima materi inti.

Sesi pertama diisi oleh H. Syahnan, S.Pd., yang mengupas tuntas mengenai fungsi dan hakikat sebuah pernikahan dalam perspektif kehidupan sosial dan agama. Dalam paparannya, Ia menekankan bahwa pernikahan adalah komitmen agung yang menuntut kerja sama tim antara suami dan istri. H. Sahnan menjelaskan bahwa pemahaman terhadap fungsi pernikahan sangat krusial agar pasangan tidak kehilangan arah saat menghadapi badai konflik di masa depan, sehingga visi mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah bukan sekadar slogan semata.

Memasuki sesi teknis keagamaan, Ustaz Imam Choirudin, S.Pd.I., hadir memberikan materi mendalam mengenai Fiqih Nikah. Ia tidak hanya menjelaskan aspek hukum, rukun, dan syarat sahnya akad nikah, tetapi juga memberikan bimbingan khusus mengenai literasi doa-doa harian dalam rumah tangga. Menurut Ustaz Imam, kekuatan spiritual yang dibangun melalui doa merupakan benteng utama dalam menjaga keharmonisan keluarga, sehingga setiap pasangan diwajibkan untuk setidaknya memahami dasar-dasar doa sebelum resmi menyandang status suami-istri.

Dinamika menarik terjadi di tengah sesi, ketika salah satu pasangan calon pengantin, yakni Sandi Kurnia dan Inayah, secara jujur mengakui bahwa mereka sama sekali belum mengetahui atau menghafal doa-doa penting terkait prosesi pernikahan dan kehidupan rumah tangga. Menanggapi temuan tersebut, Ustaz Imam memberikan pendampingan secara privat dan sabar agar pasangan ini dapat melafalkan doa dengan benar. Kejadian ini menjadi pengingat betapa vitalnya peran KUA dalam memberikan edukasi dasar bagi masyarakat yang seringkali terlewatkan di tengah persiapan resepsi yang mewah.

Sebagai penutup, seluruh peserta diingatkan kembali akan pentingnya kesiapan mental dan spiritual di atas segalanya. Melalui program Bimwin ini, KUA Bengkong berharap para calon pengantin tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal ilmu yang mumpuni. Para peserta, termasuk Sandi dan Inayah, mengaku sangat terbantu dengan adanya bimbingan ini karena memberikan pemahaman baru yang sangat praktis dan esensial sebelum mereka melangkah ke jenjang pelaminan dalam waktu dekat.(Humas KUA Bengkong)

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI