Batam (Kemenag) --- Semangat kebersamaan menyelimuti lapangan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Ihsan saat seluruh warga sekolah menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Raya. Kegiatan yang berlangsung pada Senin pagi (20/4) ini diikuti dengan penuh antusiasme sebagai bentuk penghormatan terhadap dedikasi para pendidik madrasah.
Bertindak sebagai pembina upacara, Pak Sadali, S.Ag, menyampaikan amanat khusus yang merefleksikan perjalanan panjang dan peran strategis PGMI dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya di lingkungan madrasah.
Guru: Fondasi Karakter di Tengah Arus Teknologi
Dalam momentum HUT PGMI Raya tahun ini, Pak Sadali memberikan pesan mendalam mengenai posisi guru yang tetap kokoh di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Beliau mengingatkan bahwa secanggih apa pun mesin, ia tidak akan pernah bisa menggantikan sentuhan hati seorang guru.
"Guru adalah profesi mulia yang tak tergantikan oleh teknologi. Ilmu mungkin bisa dicari di mana saja melalui mesin pencari, tetapi nilai-nilai kehidupan dan adab hanya bisa tumbuh melalui bimbingan serta keteladanan seorang guru," tegas Pak Sadali.
Beliau juga menekankan bahwa peringatan HUT PGMI Raya ini harus menjadi titik balik bagi para guru untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati diri sebagai pendidik karakter.
Mencetak Generasi yang "Benar", Bukan Sekadar "Pintar"
Di era digital yang penuh tantangan, Pak Sadali mengajak seluruh anggota PGMI untuk tidak merasa minder dengan kehadiran kecerdasan buatan (AI).Sebaliknya, guru harus mengambil peran lebih besar dalam mengawal moral siswa.
"Di era digital, guru bukan kalah—justru semakin dibutuhkan. Tugas kita bukan sekadar membuat siswa menjadi pintar secara intelektual, tetapi yang jauh lebih utama adalah mengajarkan mereka menjadi manusia yang benar secara akhlak," tambahnya.
Penutup yang Inspiratif
Upacara HUT PGMI Raya di MTs Darul Ihsan ini ditutup dengan sesi doa bersama untuk kemajuan pendidikan madrasah di Indonesia dan kesejahteraan para guru. Kesan khidmat dan penuh rasa hormat terlihat jelas saat para siswa memberikan ucapan selamat kepada para guru di akhir acara, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang erat.

















