
Penyuluh Kemenag Batam Berkomitmen Bina Warga Lapas Perempuan Batam dengan Nilai-Nilai Akhlakul Karimah
Batam (Kemenag) β Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menunjukkan komitmen kuat dalam memberikan pelayanan terbaik dan bimbingan rohani kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Kota Batam. Pada hari Selasa(04/11/2025), dua orang penyuluh hadir secara langsung untuk membersamai para WBP guna memberikan bimbingan dan konsultasi dalam membentuk akhlakul karimah.
Kegiatan pembinaan ini terbagi dalam beberapa sesi yang penuh dengan materi penguatan spiritual. Pada sesi pertama, Ustadz Muhammad Ali Akbar Pohan memberikan motivasi yang mendalam tentang kedudukan seorang ibu dalam Islam. Dalam pemaparannya, beliau menekankan keistimewaan dan peran unik yang dimiliki wanita.
βBanyak tugas laki-laki yang bisa diperankan oleh wanita, tetapi sebaliknya, banyak tugas perempuan yang tidak bisa dilakukan oleh laki-laki, seperti hamil, melahirkan, dan menyusui. Ini menunjukkan betapa mulia dan kuatnya kodrat seorang wanita,β ujarnya.
Pada sesi kedua, Ustadz Subur melanjutkan dengan menekankan tentang kemuliaan derajat wanita. Beliau menjelaskan bahwa dalam banyak perspektif Islam, seorang wanita diangkat derajatnya hingga tiga tingkat dibandingkan laki-laki, utamanya karena perannya sebagai seorang ibu.
βOleh karena itu, penting bagi setiap ibu untuk menyadari dan mempersiapkan diri dengan ilmu dan amal shalih guna menjadi wanita yang mulia sebagaimana yang telah ditetapkan dalam ajaran agama,β pesannya.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini tidak hanya memberikan pencerahan, tetapi juga menguatkan mental spiritual para WBP.
Di akhir acara, sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam pembinaan, pihak Lapas Perempuan yang diwakili oleh Ibu Diana Eka, memberikan secara simbolis dokumen perpanjangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kemenag Kota Batam dan Lapas Perempuan Kota Batam. Perpanjangan kerjasama ini menjadi landasan hukum yang kuat untuk kelangsungan program bimbingan dan penyuluhan agama bagi warga binaan di masa mendatang.
Dengan adanya kegiatan seperti ini, diharapkan para WBP Lapas Perempuan Batam dapat senantiasa tumbuh kesadarannya, mempersiapkan diri untuk kembali ke masyarakat dengan bekal akhlak mulia dan spiritualitas yang kokoh.(Sbr)