
Penyuluh Agama Hindu Kemenag Batam Kupas Pilar Keharmonisan Rumah Tangga di RRI Pro 1
Batam (Kemenag) — Penyuluh Agama Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Lilik Widyawati, kembali menyapa pendengar setia dalam program Mimbar Agama Hindu di RRI Pro 1 Batam, Selasa (5/5/2026). Mengangkat tema yang sangat relevan dengan dinamika perkotaan, Lilik membedah materi bertajuk "Kesetiaan dan Pengorbanan: Pilar Utama Keharmonisan Rumah Tangga Hindu".
Dalam siaran tersebut, Lilik didampingi oleh I Gusti Ngurah Swimbawa, Ketua Badan Penyiaran Hindu (BPH) Provinsi Kepulauan Riau, yang bertindak sebagai host.
Membangun "Istana Spiritual" di Tengah Dinamika Kota
Membuka acara, I Gusti Ngurah Swimbawa menekankan bahwa di tengah hiruk-pikuk kota Batam, menjaga keharmonisan bukanlah perkara mudah karena adanya tekanan pekerjaan dan ego pribadi. Ia mengajak umat untuk membangun "Istana Spiritual" di dalam keluarga dengan landasan janji suci di hadapan Agni (api suci).
Dalam pemaparannya, Lilik Widyawati menjelaskan bahwa dalam ajaran Hindu, perkawinan atau Pawiwahan adalah bagian dari Sodasa Samskara (16 prosesi penyucian hidup).
"Perkawinan bukan sekadar kontrak sosial, melainkan ikatan spiritual untuk penyucian diri dan menjalankan kewajiban Grhastha Asrama," ujar Lilik.
Dua Pilar Utama: Satya dan Yadnya
Lilik menguraikan dua nilai luhur yang menjadi penggerak utama dalam rumah tangga:
1. Kesetiaan (Satya): Mencakup Tri Kaya Parisudha, yaitu berpikir, berkata, dan berbuat yang benar terhadap pasangan. Hal ini meliputi setia pada hati (Satya Hridaya), setia pada kata-kata (Satya Wacana), dan setia pada perbuatan (Satya Laksana) terutama saat pasangan sedang terpuruk.
2. Pengorbanan (Yadnya): Seni menekan ego pribadi demi kepentingan bersama. Lilik menekankan pentingnya pengendalian diri (Tapa) dan melayani anggota keluarga sebagai bentuk ibadah atau Seva.
Implementasi Ajaran Suci
Mengutip kitab Manawa Dharmasastra, Lilik mengingatkan bahwa kebahagiaan kekal hanya tercipta jika suami dan istri saling merasa puas dan menghormati satu sama lain. Ia juga menyoroti konsep Ardhanareswari sebagai simbol keseimbangan peran antara suami dan istri.
"Kesetiaan menciptakan rasa aman (Security), sedangkan pengorbanan menciptakan rasa nyaman (Comfort). Keharmonisan adalah bunga yang mekar dari kedua akar tersebut," tambahnya.
Penutup yang Sejuk
Siaran diakhiri dengan pesan dari host yang mengingatkan bahwa rumah tangga adalah pelabuhan spiritual di mana kesetiaan adalah sauh dan pengorbanan adalah layarnya. Acara ditutup dengan doa Mantram untuk kebahagiaan dan kesehatan seluruh makhluk:
"Om, Sarve bhavantu sukhinah, Sarve santu niramayah..." yang berarti semoga semua makhluk berbahagia, sehat, dan bebas dari penderitaan.