Penyuluh Agama Harus Bisa Mengikuti Perkembangan Dinamika Masyarakat & Isu-Isu Kekinian

Ka. Kankemenag Kota Batam H. Zulkarnain Umar Poto Bersama dengan peserta Diklat, para pejabat Diklat padang dan Kasubbag TU Kemenag Kota Batam Magdalena Silfia

Sekupang (Inmas Batam) - Kementerian Agama Republik Indonesia, Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang, melaksanakan Diklat di Wilayah Kerja (DDWK) Teknis Substantif Penyuluh Agama Non PNS di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Kegiatan ini dilaksanakan mulai 19 s.d. 24 Agustus 2019 di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Jl. Masjid Raya Baiturrahman No.1. Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, (19/8).

Ketua panitia pelaksana H. Jasrizon  yang juga Kasubbag Tata Usaha Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang melaporkan, peserta yang mengikuti kegiatan Diklat berjumlah 30 orang penyuluh agama Non-PNS yakni: Pria 24 dan wanita 6 orang. Adapun tujuan dari Diklat tersebut untuk meningkatkan kompetensi teknis pegawai Non-PNS yang meliputi pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap dan perilaku agar sesuai dengan standar kompetensi teknis yang dibutuhkan oleh organisasi, lanjut H. Jasrizon.

Kepada penyuluh Non PNS Jasrizon berharap, agar, dalam melaksanakan tugas jangan hanya biasa-biasa tetapi, laksanakan tugas dengan luar baisa dengan mengedepankan disiplin, Ikhlas, dan sabar. “Insya Allah, hasilnya juga akan luar biasa, ucapnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H. Zulkarnain Umar pada kesempatan yang sama dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimakasih kepada Balai Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan Padang yang melaksanakan kegiatan di Kantor Kementerian Agama Kota Batam. Kedepan, semua penyuluh Non PNS akan tercipta penyuluh yang luar biasa, bukan penyuluh biasa dalam artian penyuluh yang selalu aktif menyampaikan penyuluhan, dan penyuluh agama harus ikuti perkembangan zaman atau jelasnya penyuluh harus memiliki akses yang cukup terhadap informasi. Menjadi penyuluh agama memiliki tantangan luar biasa, karena harus bisa mengikuti perkembangan dinamika masyarakat dan isu-isu kekinian baik secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan agama. “Manfaatkan dengan sebaik-baiknya kesempatan yang ada untuk meningkatkan kualitas, karena momen ini merupakan kesempatan yang langka untuk menerima dan mendapatkan pelatihan,” terang H. Zulkarnain Umar.

Kedepan, penyuluh bukanlah penyuluh yang tradisonal dan biasa. “Penyuluh harus bisa menjadi teladan di tengah masyarakat, penyuluh agama harus mampu berinteraksi, memiliki integritas yang tinggi, mempunyai wawasan serta pemahaman keagamaan yang baik agar tidak salah dalam memberikan bimbingan dan pembinaan,” harapnya, (bad70/yd).
 

 

SHARE :
LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI