
Kepala KUA Sekupang, Hamdanis, melakukan bimbingan perkawinan dan pemeriksaan berkas cantin
Sekupang (Kemenag Batam) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sekupang kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi 16 pasangan calon pengantin pada Selasa, 12 Mei 2026. Agenda ini bertujuan untuk memberikan fondasi yang kokoh bagi para calon mempelai agar siap secara mental, fisik, maupun spiritual dalam membangun rumah tangga. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini diharapkan mampu meminimalisir angka perselisihan serta meningkatkan kualitas keluarga di lingkungan Kecamatan Sekupang.
Sesi pertama diisi oleh Bima Sakti, Penyuluh Agama KUA Sekupang, yang memaparkan materi mengenai psikologi keluarga dan problematika rumah tangga. Ia menekankan pentingnya manajemen emosi dan resolusi konflik dalam menghadapi dinamika pernikahan. Selain itu, hadir pula perwakilan dari Puskesmas Tiban Baru yang memberikan edukasi mendalam mengenai Kesehatan Reproduksi. Materi ini mencakup cara menjaga kesehatan alat reproduksi, upaya pencegahan stunting sejak dini, serta strategi menjaga kesehatan keluarga secara menyeluruh sebagai bagian dari persiapan menuju generasi yang berkualitas.
Bimbingan berlanjut dengan materi Keluarga Sakinah yang disampaikan oleh Rizkhan Frianda. Dalam sesinya, ia mengupas tuntas asas-asas pernikahan dengan menekankan pentingnya memurnikan tujuan menikah semata-mata sebagai ibadah. Rizkhan juga memberikan kiat praktis dalam memperbaiki pola komunikasi dan pergaulan antar pasangan, hingga pembahasan detail mengenai adab dan doa berhubungan badan sesuai tuntunan agama. Sebagai bagian dari kesiapan teknis, ia juga memimpin Bimbingan Ijab Qabul guna memastikan calon pengantin pria lancar saat hari pelaksanaan akad.
Selama rangkaian materi berlangsung, setiap pasangan dipanggil secara bergantian ke ruangan Kepala KUA Sekupang, Hamdanis, untuk menjalani pemeriksaan berkas. Proses verifikasi ini dilakukan secara mendalam, mencakup validasi perwalian, kepastian jadwal, hingga lokasi pelaksanaan pernikahan untuk memastikan tidak ada kendala administratif di kemudian hari. Dengan kombinasi pembekalan materi yang komprehensif dan ketertiban administrasi, ke-16 pasangan tersebut kini dinyatakan siap untuk melangkah ke jenjang pernikahan dengan persiapan yang paripurna.