KUA Bengkong Soroti Capaian Imunisasi yang Minim dalam Lokmin Puskesmas Tanjung Buntung

Suasana saat Lokmin

KUA Bengkong Soroti Capaian Imunisasi yang Minim dalam Lokmin Puskesmas Tanjung Buntung

Bengkong (Kemenag Batam) – Pegawai Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong, Imam Khoirudin, S.Pd.I., menghadiri Lokakarya Mini (Lokmin) di Puskesmas Tanjung Buntung yang fokus membahas rendahnya capaian program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di Kecamatan Bengkong pada Senin (1/12). Pertemuan lintas sektor ini diadakan untuk mencari solusi atas kendala yang dihadapi, di mana tingkat partisipasi orang tua masih jauh dari target. Lokmin dihadiri oleh perwakilan Camat Bengkong (Bu Ria), Dinas Pendidikan, perwakilan Lurah Rahma, Kepala Puskesmas Tanjung Buntung, kader posyandu, serta pegawai kesehatan dari Kelurahan Tanjung Buntung dan Bengkong Laut.

Dalam sesi pemaparan data, terungkap bahwa capaian BIAS di wilayah tersebut belum memenuhi target yang ditetapkan. Faktor utama yang disoroti adalah kurangnya kesadaran dari sebagian orang tua untuk mengizinkan anaknya diimunisasi. Parahnya, minimnya partisipasi ini diperparah dengan meluasnya isu-isu hoaks seputar dampak negatif vaksin atau imunisasi yang telanjur dipercayai masyarakat. Kondisi ini dikhawatirkan akan membuat anak-anak rentan terhadap berbagai penyakit karena tidak memiliki ketahanan tubuh yang memadai. Tim kesehatan menilai edukasi yang dilakukan selama ini belum maksimal dan hanya didengarkan oleh segelintir orang.

Menyikapi permasalahan tersebut, Wakil KUA Bengkong, Imam Khoirudin, S.Pd.I., turut memberikan pandangan dan usulan konstruktif. Ia menyarankan agar tim kesehatan tidak hanya fokus pada sosialisasi medis, tetapi juga memberikan kejelasan mengenai bahan baku obat untuk imunisasi, khususnya terkait kehalalannya dan dampak yang ditimbulkan. Menurutnya, pendekatan ini sangat penting untuk meredam keraguan masyarakat, terutama dari kalangan orang tua yang menolak imunisasi karena alasan agama atau kepercayaan yang terlanjur salah.

Imam Khoirudin juga menekankan bahwa pelaksanaan imunisasi, khususnya pada anak sekolah, harus dilakukan dengan strategi yang lebih persuasif dan komunikatif, bukan melalui pemaksaan. Hal ini merujuk pada banyaknya orang tua yang memang secara tegas tidak setuju anaknya diimunisasi. Ia berharap tim kesehatan mampu menjadi ‘pemadam’ keresahan masyarakat dengan memberikan penjelasan yang utuh, seimbang, dan menenangkan, sehingga kekhawatiran yang didasari hoaks dapat ditiadakan.

Lokakarya Mini ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara KUA, Puskesmas, Dinas Pendidikan, dan perangkat kelurahan. Kesimpulan dari pertemuan ini adalah perlunya kolaborasi yang lebih intensif antara tokoh agama, tenaga kesehatan, dan pihak sekolah dalam memberikan edukasi yang komprehensif. Diharapkan, dengan pendekatan baru yang menyentuh aspek agama dan kesehatan secara berimbang, capaian program BIAS di Kecamatan Bengkong dapat meningkat dan anak-anak sekolah dapat terlindungi dari ancaman penyakit. (Humas KUA Bengkong)

LINK TERKAIT