
Suasana saat siswa-siswi mendengarkan Ceramah
Bengkong (Kemenag Batam) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong sukses menyelenggarakan program Bimbingan Rohani Usia Sekolah (BRUS) yang bertempat di SMA Negeri 8 Bengkong, pada Selasa (24/2). Kegiatan edukatif ini diikuti dengan antusias oleh seluruh siswa dan siswi beragama Islam di sekolah tersebut. Program ini bertujuan untuk memberikan fondasi karakter dan pemahaman agama yang kuat bagi para remaja dalam menghadapi tantangan zaman yang kian kompleks.
Sesi pertama diisi oleh Buya Nazri, S.Ag., yang merupakan Penghulu di KUA Bengkong. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan pentingnya bagi setiap pelajar untuk memiliki cita-cita menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Buya Nazri menjelaskan bahwa kesalehan bukan hanya tentang ibadah ritual, tetapi juga tercermin dari akhlak mulia kepada orang tua, guru, dan sesama teman, yang akan menjadi kunci keberkahan hidup di masa depan.
Memasuki sesi kedua, suasana semakin bersemangat saat Ustadz H. Luqman Hakim, M.Pd., pegawai KUA Bengkong, menyampaikan orasinya. Mengangkat tema "Time is Money", beliau memaparkan betapa berharganya waktu bagi seorang pelajar. Ustadz Luqman memberikan perumpamaan keras bahwa waktu bagaikan pedang; jika tidak dikelola dengan manajemen yang baik, maka waktu itu sendiri yang akan menebas dan merugikan diri kita sendiri.
Lebih lanjut, Ustadz Luqman mengajak para siswa untuk merenungi pesan Nabi Muhammad SAW mengenai pentingnya menjaga lima perkara sebelum datangnya lima perkara lainnya. Beliau mengingatkan agar masa muda, waktu luang, dan masa sehat benar-benar dimanfaatkan untuk hal positif. Suasana mendadak meriah dan emosional ketika beliau mengajak seluruh peserta menyanyikan lagu "Demi Masa" secara bersama-sama, yang membuat pesan tentang urgensi waktu semakin meresap ke hati para siswa.
Kepala Sekolah SMA Negeri 8 Bengkong memberikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap inisiatif KUA Bengkong ini. Dalam komentarnya, beliau menyatakan bahwa bimbingan seperti ini sangat dibutuhkan untuk membentengi mental dan spiritual siswa di lingkungan sekolah. Senada dengan pihak sekolah, para siswa-siswi mengaku sangat senang karena materi disampaikan secara komunikatif dan tidak membosankan, sehingga pesan yang diberikan lebih mudah diterima.
Kegiatan BRUS ini ditutup dengan harapan besar dari seluruh pihak agar program serupa dapat dilaksanakan kembali secara berkala. Para peserta berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda sekali jalan, melainkan menjadi kemitraan rutin antara sekolah dan KUA Bengkong demi mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual dan disiplin dalam menghargai waktu. (Humas KUA Bengkong)