
Suasana saat Bimbingan dan Foto Bersama usai Kegiatan
Bengkong (Kemenag Batam) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda dengan menggelar program Bimbingan Ruhani Usia Sekolah (BRUS). Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 24 Februari 2026, bertempat di SMK Nurul Jadid Bengkong. Sebanyak 195 siswa dan siswi dari kelas X dan XII mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat, sebagai upaya sekolah dalam memperkuat karakter spiritual para pelajar di tengah tantangan zaman.
Sesi pertama dibuka oleh Ust. Imam Choirudin, S.Pd.I., pegawai KUA Bengkong, yang memaparkan materi tentang syarat-syarat mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Dalam penjelasannya, ia mengajak para siswa untuk mendalami dan menulis syair Alala Tanalul Ilma. Melalui syair klasik ini, ia menekankan bahwa keberkahan ilmu hanya bisa diraih dengan memenuhi enam syarat utama, di antaranya adalah kecerdasan, kesabaran, biaya, dan petunjuk dari guru yang harus dijunjung tinggi oleh setiap murid.
Memasuki sesi kedua, Buya Nazri, S.Ag., selaku Penghulu KUA Bengkong, memberikan materi yang sangat krusial bagi remaja, yakni tentang thaharah (bersuci) dan risiko pernikahan dini. Beliau menjelaskan pentingnya pemahaman bersuci secara benar sebagai fondasi ibadah sehari-hari. Selain itu, Buya Nazri juga memberikan edukasi mengenai dampak negatif pernikahan dini dari sudut pandang kesehatan, mental, dan hukum, guna memotivasi siswa agar fokus menyelesaikan pendidikan terlebih dahulu.
Pemaparan materi kemudian dilanjutkan oleh Ustadz Muhammad Aras, M.Pd., Penyuluh Fungsional KUA Bengkong, yang menyoroti bahaya pergaulan bebas di kalangan remaja. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, beliau mengingatkan para siswa agar menjaga jarak dari perilaku menyimpang yang dapat merusak masa depan. Ia menekankan bahwa pergaulan yang tidak sehat tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik keluarga dan sekolah.
Setelah seluruh rangkaian materi usai, acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Kyahi Ahmad Badroni, S.Pd.I. Suasana menjadi sangat tenang dan religius saat seluruh peserta menundukkan kepala, memohon keberkahan atas ilmu yang telah didapatkan. Doa penutup ini menjadi momentum refleksi bagi para siswa kelas X dan XII agar senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT selama menempuh pendidikan di SMK Nurul Jadid.
Kegiatan BRUS ini mendapatkan respons yang sangat positif, baik dari pihak guru maupun para siswa. Perwakilan guru menyatakan bahwa bimbingan ini sangat membantu sekolah dalam memberikan edukasi moral yang tidak selalu didapatkan secara mendalam di kelas formal. Sementara itu, para siswa mengaku mendapatkan wawasan baru yang praktis dan inspiratif, serta berharap program bimbingan ruhani seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin di sekolah mereka. (Humas KUA Bengkong)