Kajian Tafsir Al-Kahfi: KH. Luqman Hakim Kupas Tuntas Tanda Kiamat dan Benteng Dzulqarnain

Suasana saat Kajian dan Foto Bersama Usai Kajian

Bengkong (Kemenag Batam) --- KH. Luqman Hakim, M.Pd., Guru Pembimbing Majelis, yang juga seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kantor  Kemenag kota Batam, menyampaikan kajian mendalam tentang tafsir Surah Al-Kahfi ayat 98 dan seterusnya di Majelis Dzikir Haqqoni, Masjid Ummul HAQ, Perumahan Pasir Putih, Batam Kota pada hari ini, Sabtu (29/11).

Jama'ah  memadati masjid tersebut dengan antusiasme tinggi untuk memahami salah satu surah kunci yang banyak mengandung pelajaran spiritual dan peringatan akhir zaman. Kajian ini berfokus pada misteri benteng yang dibangun oleh Raja Dzulqarnain untuk mengurung Ya’juj dan Ma’juj serta kaitannya dengan tanda-tanda besar menjelang Hari Kiamat.

Dalam pemaparannya, Kiai Luqman Hakim yang dikenal dengan gaya bahasa lugas, ilmiah, dan mudah dipahami, menjelaskan makna ayat 98 Surah Al-Kahfi: “(Dinding) ini adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurkannya; dan janji Tuhanku itu benar.” Beliau menekankan bahwa benteng kokoh yang terbuat dari besi dan tembaga tersebut bukanlah benteng biasa, melainkan simbol kekuasaan Allah dan kehendak-Nya dalam menunda keluarnya Ya’juj dan Ma’juj hingga waktu yang telah ditentukan.

Kiai Luqman memaparkan bahwa banyak ulama tafsir sepakat, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj merupakan salah satu tanda terbesar menjelang hari kiamat. Di hadapan ribuan jamaah, beliau menerangkan ciri-ciri kaum tersebut sebagaimana disebutkan dalam hadis-hadis sahih: jumlahnya sangat besar, penyebar kerusakan, dan akan turun seperti gelombang yang meluluhlantakkan bumi. Meski detail fisik mereka menjadi perdebatan, tetapi kesepakatannya adalah bahwa mereka merupakan fitnah besar bagi umat manusia.

Dalam sesi berikutnya, KH. Luqman menjelaskan tanda-tanda besar kiamat lainnya yang saling berkaitan, seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa, dan terbitnya matahari dari barat. Beliau mengingatkan para jamaah bahwa memahami tanda-tanda kiamat bukan untuk menebak waktu terjadinya, tetapi menjadi alarm spiritual agar umat Islam meningkatkan iman, amal saleh, dan kesadaran diri di tengah gempuran fitnah akhir zaman.

Mengakhiri kajian, Kiai Luqman berpesan bahwa benteng Dzulqarnain memberi pelajaran penting bahwa kekuatan sejati bukan pada besi dan tembaga, melainkan pada keimanan dan ketakwaan. Ia mengajak seluruh jamaah menjadikan Surah Al-Kahfi sebagai amalan rutin, khususnya setiap Jumat, agar memperoleh cahaya petunjuk dan perlindungan dari fitnah akhir zaman. Kajian ditutup dengan dzikir dan doa bersama, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. (Humas KUA Bengkong)

LINK TERKAIT