Sekupang (Inmas Batam) - Perjalanan atau kunjungan kerja TIM Zona Integritas dan Reformasi Birokrasi ke Kemenag Kota Pekanbaru dan Kemenag Kota Bukittinggi, MAN Bukittinggi, Kantor KUA di Bukit Tinggi dapat kita simpulkan beberapa hal yaitu, pekerjaan yang dilakukan harus dibangun komitmen bersama karena, bicara tentang zona integritas adalah bicara komitmen, tidak akan mungkin zona integritas itu bisa berjalan dengan baik tanpa adanya komitmen. Hal ini, disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H. Zulkarnain Umar pada pelaksanaan apel pagi di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Jl. Masjid Raya Baiturrahman No.1. Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau,(9/9).
Disetiap KUA di Pekanbaru terpampang spanduk besar dengan tulisan, pengurusan di sini/KUA semuanya 0 (nol) rupiah, dan spanduk tersebut dicantumkan langsung nomor Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Pekanbaru. Jadi, masyarakat bisa melaporkan langsung kepada kasubag Tata Usaha atau Kakankemenag nya langsung kalau ada pungli atau adanaya gratifikasi yang terjadi di kantor KUA, lanjut H.Zulkarnain Umar.
Ada hal yang menarik di jajaran Kementerian Agama kota Pekanbaru, di sana banyak yang menolak untuk menjadi Kepala KUA, di sana juga kaget ketika mereka akan dilantik menjadi Kepala KUA karena secara tiba-tiba saja informasi itu datang dari Kakankemenag. Hal ini suatu komitmen karena, zona integritas memang seperti itu adanya, harus ada komitmen, harus berani menolak pemberian.
Lebih lanjut, kata H. Zulkarnain Umar, apapun kegiatan, semuanya harus terintegrasi di masing-masing seksi dan membuat program. Selanjutnya, harus kita sampaikan kepada Kepala KUA, Kepala Madrasah, tentang hasil kunjungan yang sudah dilaksanakan dan menyusun strategi dan bergerak bersama sekaligus memantapkan langkah ke depan apa saja yang harus kita lakukan. Khusus di Kemenag Kota Bukittinggi, mereka mendapatkan hasil atau nilai yang cukup baik yaitu 96. Hasil Ini merupakan hasil yang cukup baik karena mereka semuanya secara manajemen terecord dengan baik, semua tim bekerja, ada tim yang menginput, ada tim yang memantau dan hal ini dilakukan secara bersama-sama.
Intinya, hasil kunjungan kerja yang sudah dilakukan oleh TIM ZI dan RB, harus bisa diterapkan dengan baik di kantor Kementerian Agama kota Batam sesuai dengan instruksi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau bahwa, Kantor Kementerian Agama kota Batam dijadikan pilot project untuk zona integritas dan reformasi birokrasi, sehingga, komitmen dan kerjasama yang baik itu akan mendapatkan hasil cukup bagus, ucapnya.
Mari kita merubah pola pelayanan kita kepada masyarakat karena, sesungguhnya apa yang dipaparkan oleh Ka.Kankemenag Kota Pekanbaru dan Ka.Kankemenag Kota Bukittinggi itu sudah kita laksanakan, tinggal komitmen dan kerja sama itu saja karena kalau melihat dari PTSP dari sisi pelayanan, kita di Kemenag Kota Batam lebih baik, bahkan, kita memiliki aplikasi sendiri yang bisa diakses melalui Android, kapanpun dan di manapun selagi ada jaringan internet bisa diakses. “Hal ini, merupakan suatu keunggulan yang kita miliki di Kantor Kementerian Agama Kota Batam.” Jadi, realitanya, Kantor Kementerian Agama Kota Batam sudah maju dalam hal pelayanan melalui Informasi Teknologi (IT), cuma, selama ini, barangkali kita lengah dan tidak terkoneksi dengan ZI dengan apa yang sudah kita lakukan, terangya
Masalahnya, tidak terinput saja. “Jadi, kedepan, semuanya harus terecord dengan baik,” tegasya, (bad70/Yd).

















