
GPAI Kota Batam Dibekali Pembelajaran Mendalam dan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Batam (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kota
Batam, H. Budi Dermawan, secara
resmi membuka kegiatan Workshop Peningkatan
Kompetensi Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) Tahun 2026 yang
diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Provinsi Kepulauan
Riau, Rabu (14/1/2026), bertempat di Aula Kantor Kemenag Kota Batam.
Kegiatan ini diikuti oleh Guru PAI jenjang SD,
SMP, SMA, SMK, dan SLB se-Kota Batam. Workshop bertujuan meningkatkan
kompetensi profesional GPAI dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam (deep learning), penguatan karakter
melalui Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia
Hebat, serta penanaman nilai moderasi beragama di lingkungan
pendidikan.
Dalam sambutannya, H. Budi Dermawan menegaskan bahwa guru PAI memiliki
peran strategis tidak hanya sebagai pendidik keagamaan, tetapi juga sebagai
agen penguat persatuan dan karakter kebangsaan.
“Guru PAI harus menjadi garda terdepan dalam menanamkan nilai moderasi
beragama, memperkuat wawasan kebangsaan, serta membangun sikap toleran,
inklusif, dan tidak rasis. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, sejuk, dan
bebas dari diskriminasi,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran PAI perlu
diarahkan untuk membentuk generasi yang religius sekaligus cinta tanah air.
“Melalui pembelajaran yang mendalam dan berkarakter, kita ingin melahirkan
peserta didik yang beriman, berakhlak mulia, memiliki semangat kebangsaan,
serta mampu hidup harmonis dalam keberagaman,” ujarnya.
Sementara itu, Pengawas PAI Kota Batam, Eva Yenida, dalam pemaparannya
tentang Grow Mindset Pembelajaran
Mendalam, menyampaikan bahwa perubahan pola pikir guru merupakan kunci
utama dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Grow mindset adalah fondasi
pembelajaran mendalam. Guru PAI harus terbuka terhadap perubahan, terus
belajar, dan berani berinovasi agar pembelajaran tidak berhenti pada transfer
pengetahuan, tetapi mampu membentuk cara berpikir kritis, reflektif, dan
berkarakter pada peserta didik,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pembelajaran mendalam
mendorong guru menghadirkan pengalaman belajar yang bermakna dan kontekstual.
“Dengan grow mindset, guru PAI dapat
menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, serta nilai-nilai keagamaan yang moderat
dan humanis pada siswa,” tambahnya.
Narasumber berikutnya, Enang Munandar, memaparkan Strategi Penerapan Pembelajaran Mendalam
dengan menekankan pentingnya perencanaan dan keterlibatan aktif peserta didik.
“Pembelajaran mendalam harus dirancang secara sistematis, dimulai dari pemetaan
kebutuhan belajar siswa, pemilihan metode yang tepat, hingga evaluasi yang
menekankan proses berpikir, bukan semata hasil akhir,” ungkapnya.
Menurut Enang, guru PAI perlu menggeser pola
pembelajaran satu arah menjadi pembelajaran yang partisipatif dan reflektif.
“Pembelajaran PAI harus membantu siswa memahami makna dan nilai ajaran agama
agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak hanya
dipahami, tetapi juga dihayati dan diamalkan,” jelasnya.
Pada sesi akhir, Ketua Pokjawas PAI Provinsi Kepulauan Riau, Jun Suhaidi,
menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi GPAI yang selaras dengan
pembentukan karakter siswa.
“Peningkatan kompetensi GPAI melalui pembelajaran mendalam bertujuan membentuk
karakter peserta didik melalui penerapan Tujuh
Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, tidak hanya berorientasi pada capaian
akademik,” ujarnya.
Ia berharap pembelajaran mendalam mampu
menanamkan nilai religius, kedisiplinan, tanggung jawab, gotong royong, dan
kepedulian sosial secara berkelanjutan.
“Jika dilaksanakan secara konsisten, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat akan
tumbuh secara alami dalam sikap dan perilaku peserta didik, baik di sekolah
maupun di masyarakat,” pungkasnya.
Melalui workshop ini, diharapkan Guru PAI di
Kota Batam semakin profesional, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menjadi
teladan dalam membangun generasi yang beriman, berakhlak mulia, moderat, dan
berkarakter kebangsaan.