
Suasana saat Maulid dan Mahallul Qiyam
Batam (Kemenag) — Majelis Taklim (MT) Syifaul Qulub kembali mengukir sejarah syiar Islam dengan menggelar agenda rutin Safari Maulid putaran ke-28 pada Ahad (28/9/2025). Kali ini, gema shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW sukses menggemparkan suasana hening Perumahan Sakura Garden. Ratusan jamaah dari berbagai penjuru Batam tumpah ruah memadati lokasi, menunjukkan kerinduan mendalam terhadap Nabi Muhammad SAW sekaligus semangat untuk memelihara tradisi kebaikan.
Acara mulia ini dipimpin langsung oleh Guru Pembimbing Majelis, KH. Luqman Hakim, M.Pd., yang juga seorang ASN P3K Kemenag kota Batam. Kehadiran beliau memberikan energi spiritual yang luar biasa. Lantunan merdu shalawat yang menggema di seluruh area Sakura Garden dibawakan dengan penuh semangat oleh dua grup Hadroh ternama, yakni Jannatil Karim dan Ar Raudhoh. Harmonisasi irama yang indah ini sukses menyatukan hati para jamaah dalam puji-pujian kepada Baginda Agung Nabi Muhammad SAW.
Inti dari Maulid yang penuh berkah ini adalah tausiyah yang disampaikan oleh KH. Luqman Hakim, M.Pd. dengan tema yang sangat mendalam dan menyentuh, yaitu tentang Aqiqah. Beliau secara tegas mengingatkan pentingnya menunaikan kewajiban aqiqah bagi setiap anak yang dilahirkan. Dalam penyampaiannya yang lugas namun penuh makna, beliau menyampaikan konsekuensi spiritual dari kelalaian ini: "Anak yang tidak di-aqiqahi, kelak di hari kiamat tidak akan mampu memberikan syafaat (pertolongan) kepada kedua orang tuanya." Peringatan ini sontak menyadarkan banyak hadirin akan tanggung jawab mereka sebagai orang tua.
Puncak dari acara ini adalah momen Mahallul Qiyam, saat jamaah berdiri menyambut kehadiran ruh Nabi Muhammad SAW. Suasana haru dan sakral langsung menyelimuti Sakura Garden. Banyak jamaah yang tak kuasa menahan air mata kerinduan, tulus meneteskan tangis saat melantunkan Ya Nabi Salam Alaika. Momen emosional ini menjadi bukti kuat bahwa cinta kepada Rasulullah SAW adalah sumber kekuatan spiritual yang hakiki.
Selesai acara, banyak jamaah menyampaikan komentar yang menunjukkan semangat yang membara. Salah seorang jamaah, Siti Sulaiman (47), warga perumahan Sarmen Raya, berkomitmen, "Safari Maulid Syifaul Qulub ini bukan hanya tontonan, tapi tuntunan. Kami merasakan adanya ketenangan dan kedamaian hati. Kami berharap dapat terus istiqomah dan tidak melewatkan putaran-putaran berikutnya." Komentar ini mencerminkan keberhasilan MT Syifaul Qulub dalam membangkitkan dan memelihara keimanan di tengah masyarakat.
Safari Maulid putaran ke-28 ini tidak hanya menjadi perayaan tradisi, tetapi juga penguatan nilai-nilai keislaman dan peningkatan kesadaran beribadah bagi jamaah. Keberhasilan acara ini menegaskan posisi MT Syifaul Qulub sebagai salah satu pilar utama dalam menyebarkan syiar Islam di Batam, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW. (Humas KUA Bengkong)