Batam (Kemenag) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Budi Dermawan, menghadiri kegiatan Khotmil Qur’an & Imtihan angkatan ke-20 yang diselenggarakan oleh TPQ/Diniyah Asy Syaamil, Batu Aji, pada Minggu (1/6). Kegiatan ini menjadi momen penuh haru dan syukur atas capaian para santri dalam menuntaskan pendidikan Al-Qur’an.
Sebanyak 13 anak didik diwisuda dalam acara tersebut. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pawai mengelilingi lingkungan sekitar TPQ Asy Syaamil, kemudian dilanjutkan dengan prosesi wisuda yang dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan Batu Aji, wali murid, serta para tokoh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Budi Dermawan mengucapkan selamat kepada para santri yang telah diwisuda. Ia juga memberikan pesan penting kepada anak-anak didik untuk senantiasa menghormati guru dan orang tua sebagai bentuk rasa syukur atas ilmu yang diperoleh.
“Selamat kepada anak-anak kami yang hari ini diwisuda. Hormati guru-guru kalian, hormati juga orang tua kalian. Karena merekalah perantara keberkahan dan ilmu yang kalian dapatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Budi Dermawan mengingatkan tentang tantangan zaman yang semakin kompleks, khususnya di bidang teknologi, kesehatan, dan ekonomi. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam memilih konsumsi makanan yang meskipun halal, tetap harus diperhatikan aspek kesehatannya.
“Sekarang ini banyak tantangan. Selain perkembangan teknologi yang begitu pesat, tantangan lain adalah soal kesehatan. Banyak makanan yang secara bentuk menarik, tapi perlu diperhatikan kandungannya. Walaupun halal, tetap harus diperhatikan efeknya terhadap kesehatan anak-anak kita,” jelasnya.
Terkait tantangan ekonomi, Budi Dermawan mengajak seluruh orang tua untuk menanamkan nilai kesederhanaan dan kemandirian kepada anak-anak sejak dini.
“Ajarkan anak-anak kita hidup sederhana. Tanamkan karakter anak yang kreatif agar ke depan mereka bisa mandiri dan siap menghadapi tantangan zaman,” imbuhnya.
Di akhir sambutannya, Budi Dermawan berpesan agar para santri menjadikan dunia sebagai sarana untuk berbuat baik, bukan sebagai tempat untuk menyombongkan diri.
“Dunia ini adalah ladang untuk berbuat baik, bukan tempat untuk membanggakan diri. Gunakan ilmu yang dimiliki untuk memberikan manfaat bagi sesama,” tutupnya.
Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan penuh kekeluargaan, menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan Al-Qur’an di lingkungan masyarakat, serta sinergi antara TPQ, orang tua, dan pemerintah dalam mencetak generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.

















