BP4 Kota Batam Gelar Rakerda II, Fokus Tekan Angka Perceraian dan Perkuat Ketahanan Keluarga

BP4 Kota Batam Gelar Rakerda II, Fokus Tekan Angka Perceraian dan Perkuat Ketahanan Keluarga

Batam (Kemenag) – Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Kota Batam menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II tahun 2025 di Aula Engku Hamidah, Kantor Pemerintah Kota Batam, Senin (29/12). Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan langkah taktis menghadapi tingginya angka perceraian di Kota Batam.

Misi Pembangunan Keluarga Sakinah

Ketua Umum BP4 Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menegaskan bahwa BP4 hadir sebagai mitra strategis pemerintah. Fokus utamanya adalah membantu pembangunan keluarga yang berkualitas dan harmonis di Kota Batam.

"Keberadaan BP4 di Kota Batam adalah dalam rangka membantu pemerintah daerah melakukan pembangunan keluarga. Melalui Rakerda ini, kami berupaya mencari solusi konkret untuk menekan angka perceraian serta mengantisipasi tren pernikahan dini yang kian mengkhawatirkan," ujar Budi dalam sambutannya.

Ia berharap hasil dari rapat kerja ini dapat diimplementasikan secara nyata sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas.

Angka Perceraian Batam Tertinggi di Kepri

Hadir dan membuka acara secara resmi, Walikota Batam, Amsakar Achmad, memberikan arahan yang cukup mendalam. Beliau menyoroti data statistik yang menunjukkan bahwa tantangan ketahanan keluarga di Batam sedang berada pada titik kritis.

Berdasarkan data tahun 2024, angka perceraian di Kota Batam menyentuh angka 6,32%. Angka ini menempatkan Batam sebagai daerah dengan tingkat perceraian tertinggi di Provinsi Kepulauan Riau, melampaui Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Anambas.

"Angka ini sangat memprihatinkan. Oleh karena itu, ketahanan keluarga perlu disampaikan secara berkelanjutan dan tidak boleh berhenti pada satu tahap saja," tegas Amsakar.

Identifikasi Masalah dan Agenda Taktis

Dalam arahannya, Walikota Batam juga membedah sejumlah faktor utama yang memicu keretakan rumah tangga di Batam, di antaranya: Persoalan Ekonomi: Menjadi pemicu utama stabilitas rumah tangga. Sosial & Teknologi: Perselingkuhan dan pengaruh negatif media sosial. Masalah Sosial: Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan pernikahan usia dini.

Sebagai penutup, Amsakar memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BP4 Kota Batam atas inisiasi Rakerda ini. Ia menginstruksikan agar BP4 segera membangun kolaborasi lintas instansi guna menyusun agenda taktis yang menyasar sektor-sektor kunci.

"Kolaborasi harus diperkuat, mulai dari lingkungan terkecil yaitu keluarga, institusi sekolah, hingga lingkungan masyarakat luas. Kita butuh aksi nyata untuk menyelamatkan generasi masa depan," pungkasnya.

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI