
Batu Aji (Inmas Batam) – Walikota Batam H. Muhammad Rudi mengiginkan ruangan yang ada di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah nantinya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pendidikan agama. “Banyak ruangan tersedia yang nantinya bisa digunakan untuk tempat pusat pendidikan agama islam”. Hal ini disampaikan H. Muhammad Rudi saat meninjau pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah bersama Ka. Kankemenag Kota Batam H. Zulkarnain Umar, OPD, Tokoh agama, Tokoh masyarakat di Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam, Senin (17/6) kemarin.
Tujuan dari peninjauan yang dilakukan untuk memastikan proses pengerjaan sudah dimulai kembali pascalibur Idul Fitri karena waktunya tinggal sedikit menuju jadwal peresmian yang hitungannya ± 2,5 bulan lebih sedikit. “Harus dikejar dan dikontrol sehingga jadwal yang kami maukan benar-benar jadi dan tanggal 20 September insya Allah sudah diresmikan,” lanjut H. Muhammad Rudi.
Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah yang berada di atas lahan seluas 4,2 hektare ini memakan anggaran daerah sebesar Rp300 miliar lebih. Proses pembangunan dilakukan secara tahun jamak sejak 2017 lalu. Untuk tahun ini baru Rp 260 miliar, tahun depan Rp 100 miliar dan ini belum sempurna. “Sempurnanya nantinya sampai Rp 500 miliar”.
Lebih jelas untuk penyempurnaan akan dilakukan penambahan tempat wudhu. Menurutnya saat ini tempat wudhu hanya disediakan di ruang bawah tanah masjid, tapi ke depannya akan dibuat di sekeliling masjid sehingga lebih memudahkan jama’ah. Khusus untuk air wudhu nantinya tidak langsung dibuang begitu saja karena sebelumya akan diolah serta dimanfaatkan untuk menyiram bunga dan lainnya, kata H. Muhammad Rudi.
Pada kesempatan yang sama Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam H. Zulkarnain Umar mengatakan, kelengkapan tempat wudhu itu berada di basement untuk pria dan wanita di lantai dasar. Masjid ini arsiteknya sama dengan masjid Nabawi yang artinya di basement itu ada parkiran, toilet dan diatasnya tempat shalat. Ketika peresmian nantinya kata H. Zulkarnain Umar akan ada penambahan tempat wudhu di luar pekarangan atau di pekarangan masjid karena yang akan hadir nantinya ± 50 ribu jama’ah, ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan jama’ah, terangnya.(bad70/Yd).