
Uskup Adrianus: "Pesparani Bukan Sekadar Seruan, tapi Perbuatan"*
Lubuk Baja (Kemenag Batam) — Misa Pembukaan Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) III Tingkat Kota Batam telah dilaksanakan secara khidmat dan meriah pada Kamis, 26 Juni 2025, pukul 18.00 WIB, di Gereja Katolik St. Petrus Lubuk Baja, Batam. Misa ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan Pesparani yang berlangsung selama tiga hari penuh semangat iman dan kebersamaan.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Prof. Dr. Adrianus Sunarko, OFM., dan turut didampingi oleh enam imam konselebran, yaitu Romo Frans Mukin, Romo Yonas, SVD., Romo Dedi, SS.CC., Romo Dion, Romo Ndino, CS., dan Romo Lauren.
Dalam homilinya, Uskup Adrianus menekankan bahwa Pesparani bukan semata-mata ajang berseru memuji Tuhan melalui nyanyian, tetapi juga harus menjadi momen untuk melakukan kehendak Allah dalam kehidupan sehari-hari. Mengacu pada bacaan Injil hari itu (Matius 7:21-29), Uskup mengingatkan peserta Pesparani, "Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga."
"Pesparani adalah pesta iman. Namun iman tidak hanya dinyanyikan, iman juga harus diwujudkan dalam tindakan nyata, dalam kasih, pelayanan, dan hidup yang berkenan di hadapan Allah," ujar Uskup kepada umat yang memadati gereja.
Pesparani III Kota Batam diikuti oleh umat Katolik dari 7 paroki yang ada di Kota Batam, dengan pelaksanaan kegiatan dari tanggal 26 hingga 28 Juni 2025. Adapun lokasi lomba tersebar di dua tempat, yaitu Kompleks Gereja Katolik St. Petrus Lubuk Baja dan Kampus STIE Bentara Persada.
Selain lomba paduan suara, mazmur, bertutur Kitab Suci, dan cerdas cermat rohani, Pesparani ini membawa misi yang lebih luas. Tidak hanya sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai pesta iman umat Katolik se-Kota Batam yang dirayakan dengan penuh sukacita, persaudaraan, dan semangat pelayanan.
Kantor Kementerian Agama Kota Batam, melalui Penyelenggara Katolik, terus memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan seperti Pesparani, sebagai bentuk pembinaan umat dan penguatan moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat Kota Batam.