Umat Hindu Kota Batam Laksanakan Upacara Yadnya Menyambut Hari Suci Nypepi

Umat Hindu Kota Batam Laksanakan Upacara Yadnya Menyambut Hari Suci Nypepi

Minggu (Radite Wage), 19 Maret 2023 umat Hindu Kota Batam melaksanakan upacara yadnya sebagai proses pensucian Bhuana Agung (Alam Semesta) dan Bhuana Alit (Manusia) dalam menyambut hari suci Nyepi. Melasti merupakan rangkaian awal dalam proses upacara yadnya pada hari suci Nyepi dengan umat melakukan proses mengusung pralingga atau pratima suci Ida Bhatara dan segala perlengkapannya seperti kober, pajeng, lelontekan, badrang, julen, barong dan arja.

Diawali dengan umat mempersiapkan sarana dan prasarana upacara, seperti pada hari Jumat, 17 Maret 2023 setiap Banjar menyiapkan sarana dan prasarana upakara (bebantenan). Pada kesempatan ini penyelenggara Hindu, Penyuluh Hindu dan staf membantu dalam menyiapakan dengan mejejahitan janur yang bertempat di rumah Ibu Sri Soemarni di kecamatan Sagulung. Adapun yang dipersiapkan adalah banten pras pejati, prayasita, canang, dan lainnya. Sabtu, 18 Maret 2023 menyiapkan banten daksina linggih, pesucian, payasan, segehan agung gebogan (buah disusun tinggi yang di taruh nampan bulat berkaki).

Pada hari Minggu, 19 Maret 2023 pukul 16.30 WIB, Bapak Made Karmawan, S.Ag. Penyelenggara Hindu di Kankemenag Kota Batam sebagai pembawa acara pada kegiatan ini, bertempat di Pura Agung Amerta Bhuana, umat Hindu berkumpul dan diarahkan untuk melaksanakan Melasti ke Waduk Sei Ladi yang berada tidak jauh dari Pura, sekitar 200 meter dengan beriring-iringan berjalan kaki mengusung pralingga dan pratima suci Ida Bhatara dan segala perlengkapannya. Pasepan (dupa/menyan dibakar), dupa, tirta, canang sari, daksina linggih, rantasan, pratima dan segala sarana dan prasarana upakara Pura Agung Amerta Bhuana di bawa ke waduk untuk mencari air suci sebagai sumber kehidupan. Dengan air suci tersebut mampu menghilangkan sifat-sifat buruk yang ada dalam diri. Melasti dapat juga diartikan sebagai bentuk permohonan umat Hindu untuk memohon kekuatan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa agar diberi kekuatan dalam melaksanakan Brata Penyepian.

Setelah selesai Melasti di Waduk umat kembali ke Pura untuk melinggihkan kembali pratima dan perlengkapan lainnya kemudian dilanjutkan dengan persembahyangan bersama yang dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satriayasa, Jero Mangku I Gusti Agung Arief Suryanatha dan Jero Mangku Nyoman Margagita yang diiringi dengan kidungan suci. Pembawa acara pada persembahyangan Bapak Putu Suardika dan  dharmawacana oleh Pembimas Hindu Kanwil Kementerian Agama (Bapak Ketut Suardita, S.Pd., M.Pd) dengan tema memaknai Melasti sebagai awal mula rangkaian dari perayaan Nyepi dengan mensucikan alam semesta dan diri manusia untuk menjadi berwidya dan berwiweka serta mampu melaksanakan brata penyepian. 

Penulis: Lilik Widyawati

LINK TERKAIT