Prof. Zaitunah Subhan : Sensor Mandiri Itu Penting

Nagoya (Humas)- Lembaga Sensor Film Republik Indonesia menggelar kegiatan  Workshop Peningkatan Pemahaman Sensor Mandiri Dalam Rangka Efektifitas Penegakan Hukum Dibidang Penyensoran bertempat di BCC Hotel Batam, Selasa (12/12). Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dibuka pada pukul 08.00 wib dan berakhir pada pukul 14.00 wib. Dengan peserta terdiri dari unsur pemerintah daerah seperti dari Dinas Pendidikan, dari unsur Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Fatayat NU, Organisasi Perempuan Lintas Profesi, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia, Kemenag Batam dan beberapa organisasi kewanitaan dan dari unsur kepala sekolah dengan total peserta yang hadir sekitar 35 orang.

Prof. Zaitunah Subhan salah satu narasumber dalam workshop tersebut menyebutkan bahwa  Lembaga Sensor Film  adalah sebuah lembaga yang bertugas melakukan penyensoran film dan iklan film sebelum diedarkan dan atau dipertunjukan kepada khalayak umum. Dan  untuk melakukan penelitian dan penilaian judul, tema, gambar, adegan, suara, dan teks terjemahan  suatu film dan  iklan film yang akan diedarkan ke khalayak ramai. Lembaga Sensor Film Indonesia bertanggungjawab kepada Presiden, karena keberadaannya di SK kan oleh pemerintah dan berkedudukan di Jakarta, sebutnya.

Lanjutnya, LSF berdasarkan UU no 33 tahun 2009 di pasal 57 memiliki kewajiban antara lain : Setiap film dan iklan film yang akan diedarkan wajib memperoleh surat tanda lulus sensor; 2. Surat tanda lulus sensor  diterbitkan setelah dilakukan penyensoran yang meliputi penelitian dan penilaian tema, gambar,adegan, suara,  dan teks terjemahan suai film yang akan diedarkan ke khalayak ramai. Penentuan kelayakan film dan penentuan penggolongan usia penonton film; dan 3. Penyensoran dengan prinsip memberikan perlindungan kepada masyarakat dari pengaruh negative film dan iklan film.

Sambungnya, dalam sebuah perfilman, kita tidak bisa juga harus berharap pada lembaga sensor film semata, kita juga harus melakukan sensor mandiri yang dikenal dengan  nama Swasensor. Swasensor adalah sensor film yang dilakukan secara mandiri, bisa perorangan atau kelompok. Disini peran orang tua sangat besar. Jika menemukan film-film yang hanya layak ditonton oleh orang dewasa, orang tua harus mampu untuk tidak mengikut sertakan anak-anak terutama yang dibawah umur. Karena dalam sebuah film banyak sekali pesan-pesan yang disampaikan yang sebagai orang tua harus bisa untuk mensensornya dengan baik,  urai Prof. Inilah betapa pentingnya sensor mandiri kita lakukan.

(bad70/yd)

SHARE :
LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI