Peringatan Hari Suci Siwa Ratri di Batam, Made Karmawan Tekankan Makna Brata dan Pengendalian Dir

Peringatan Hari Suci Siwa Ratri di Batam, Made Karmawan Tekankan Makna Brata dan Pengendalian Dir

Batam (Kemenag) – Penyelenggara Hindu Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Made Karmawan, menghadiri kegiatan Perayaan Hari Suci Siwa Ratri yang dilaksanakan di Pura Agung Amerta Bhuana, Sabtu, 17 Januari 2025, bertepatan dengan sasih Kapitu Purwaning tilem Palong 14.

Perayaan Hari Suci Siwa Ratri ini berlangsung khidmat dan diikuti oleh umat Hindu sebagai momentum penyucian diri, introspeksi, serta peningkatan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Rangkaian kegiatan diawali dengan persembahyangan bersama yang dihadiri oleh berbagai tokoh umat Hindu dan unsur masyarakat.

Turut hadir dalam persembahyangan tersebut tokoh-tokoh umat Hindu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Batam I Wayan Wiradarma, Wakil Komandan Lantamal IV Kolonel Laut Ketut Budiantara, Ketua PHDI Provinsi Kepulauan Riau Ketut Arta, Ketua WHDI Provinsi Kepulauan Riau, Direktur Pasraman Jnana Sila Bhakti, Ketua WHDI Kota Batam, Ketua BOP, serta umat Hindu dari berbagai wilayah di Kota Batam.


Dalam kesempatan tersebut, Made Karmawan menyampaikan dharma wacana yang mengangkat kisah Lubdaka sebagai esensi peringatan Hari Suci Siwa Ratri. Ia menekankan bahwa kisah Lubdaka mengandung ajaran luhur tentang keikhlasan, pengendalian diri, dan kesungguhan dalam melaksanakan brata.

Kisah Lubdaka mengajarkan kepada kita bahwa keikhlasan dan ketulusan dalam menjalani brata Siwa Ratri, meskipun dalam keterbatasan, mampu membawa perubahan spiritual dan anugerah dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujar Made Karmawan.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Hari Suci Siwa Ratri merupakan momentum penting bagi umat Hindu untuk melakukan perenungan dan evaluasi diri.

Melalui Siwa Ratri, umat Hindu diajak untuk mengekang indria, mengendalikan pikiran, serta meninggalkan sifat-sifat negatif agar menjadi pribadi yang lebih baik dan berlandaskan dharma,” tambahnya.

Ia juga berharap nilai-nilai spiritual Siwa Ratri dapat diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Makna Siwa Ratri hendaknya tidak berhenti pada pelaksanaan ritual semata, tetapi diwujudkan dalam sikap hidup yang jujur, disiplin, dan penuh tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” tutup Made Karmawan.

Perayaan Hari Suci Siwa Ratri di Pura Agung Amerta Bhuana berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh suasana spiritual, serta menjadi sarana mempererat kebersamaan dan kerukunan umat Hindu di Kota Batam.

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI