Pembacaan Paritta Avamanggala untuk Mendiang Guru Agama Buddha

Batam (Kemenag) — Penyelenggara Buddha Kota Batam, Supriyanto, S.Pd.B., M.Pd., beserta jajaran dan PC Pergabi Kota Batam menghadiri kegiatan pembacaan Paritta Avamanggala untuk mendiang Sugianto, Guru Agama Buddha Kota Batam. Kegiatan penuh makna ini dilaksanakan pada Minggu, 21 Desember 2025, bertempat di Rumah Duka Marga Tionghoa Blok J, Kota Batam, sebagai wujud penghormatan terakhir dan ungkapan belasungkawa atas kepergian mendiang.

Pembacaan Paritta Avamanggala dilaksanakan dengan khidmat dan tertib, diikuti oleh keluarga, kerabat, rekan sejawat, serta umat Buddha. Lantunan paritta yang dibacakan bersama-sama menciptakan suasana tenang dan penuh perenungan, mengingatkan umat akan sifat kehidupan yang tidak kekal sekaligus menumbuhkan keteguhan batin dalam menghadapi perpisahan.

Kegiatan ini merupakan bentuk doa kebajikan dan pelimpahan jasa bagi mendiang, dengan harapan mendiang memperoleh kelahiran yang lebih baik sesuai ajaran Buddha. Melalui pembacaan paritta, umat diajak untuk menumbuhkan pikiran penuh cinta kasih (metta) dan welas asih (karuna), serta menyadari pentingnya kebajikan sebagai bekal perjalanan kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Penyelenggara Buddha Kota Batam menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Mendiang Sugianto dikenal sebagai sosok guru agama Buddha yang berdedikasi, tulus, dan konsisten dalam pengabdian serta pengajaran Dhamma di Kota Batam, sehingga kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi umat dan dunia pendidikan keagamaan Buddha.

Kehadiran Penyelenggara Buddha Kota Batam, PC Pergabi, serta berbagai unsur Buddhis lainnya menjadi wujud solidaritas, kebersamaan, dan persaudaraan umat dalam menghadapi masa duka. Kebersamaan tersebut mencerminkan nilai luhur ajaran Buddha, bahwa dalam suka maupun duka, umat saling menopang dengan ketulusan dan cinta kasih.

Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama dan pelimpahan jasa kebajikan (pattidana) kepada mendiang sebagai ungkapan penghormatan terakhir. Diharapkan kebajikan yang dilimpahkan dapat menjadi sebab dan kondisi bagi mendiang untuk terlahir kembali dalam keadaan yang lebih baik, serta membawa ketenangan dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
Semoga semua makhluk hidup berbahagia.

LINK TERKAIT
Logo Kemenag
Cekbot AI Assistant ✨
Powered by Groq AI