
Batam (Kemenag) --- Sehubungan dengan pelaksanaan Pembangunan Gedung Pusat Pelayanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT), Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji Kecamatan Sekupang, Kecamatan Batam Kota yang sudah berjalan, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam selaku KPA, Kasubag Tata Usaha (PPSM), Kasih Haji dan Umroh, Kepala KUA Kecamatan Sekupang, Kepala KUA Kecamatan Batam Kota, pengelola atau bendahara serta PPK, menggelar rapat di aula ruang tunggu lt.II, Kanto Kementerian Agama Kota Batam, Selasa (29/9).
Untuk diketahui, pelaksanaan pembangunan gedung PLHUT Kantor Kemenag Kota Batam mengacu pada pedoman perencanaan pembangunan gedung-gedung negara sebagaimana tertuang dalam peraturan lembaga kebijakan pengadaan barang dan jasa pemerintah nomor 7 Tahun 2018.
Kepala Kantor Kemeterian Agama Kota Batam, H. Zulkarnain Umar dalam rapat tersebut meyampaikan, dalam waktu dekat akan turun Kakanwil Kemenag Kepri dalam rangka melihat langsung atau meninjau progres pembangunan PLHUT dan gedung balai nikah dan manasik haji yang sedang dalam proses pengerjaan.
Dalam waktu dekat juga kata H. Zulkarnain Umar, kontraktor akan kita panggil dan mempertanyakan komitmen mereka. Tolong PPK! Saya minta komitmen dari kontraktor. Untuk tukang, sekiranya kurang, harus segera dilakukan penambahan.
Khusus untuk mobiler dan pengadaan Komputer, semuanya harus bagus. “Tolong cari komputer yang bagus. Jangan hanya menang model, jangan pakai 6 bulan sudah jebol. Mobiler semua harus yang bagus,” tegasnya.
Kita akui lanjut H. Zulkarnain Umar, harga memang mahal tapi kepuasan itu ada. Untuk kursi di PLHUT nantinya, semuanya harus yang bagus dan standar. Begitu juga dengan dengan gedung balai nikah dan manasik haji di KUA Sekupang, jelasnya.
"Laksanakan pembangunan sesuai mekanisme yang berlaku. Semoga bisa selesai tepat waktu sehingga dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat," tuturnya.
Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, H. Muhammad Dirham yang juga selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengatakan, progres pembangunan PLHUT sudah mencapai 80%. Kalau Gedung Balai nikah dan manasik haji Kecamatan Sekupang seharusnya sudah mencapai 90% progres pembangunannya. Namun, dikarenakan situasi dan kondisi, untuk menuju angka 90% untuk saat ini belum tercapai. “Mari sama-sama kita berdoa, semoga semuanya berjalan dengan lancar,” harapnya.
Sekarang ini lanjut H. Muhammad Dirham, kita fokus untuk pengadaan mobiler. Idealnya, kalau gedung sudah jadi maka mobiler juga harus segera direncanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Hal ini sesuai dengan arahan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam `semuanya harus bagus’ sesuai dengan standar.
Semuanya harus cepat! Namun, sekiranya harus cepat maka harus segera melakukan pelelangan karena Sampai saat ini kita masih menunggu User ID dari pusat. Intinya, sudah kita usulkan dari bulan Juni, kata H. Muhammad Dirham.
Perihal progres, H. Muhammad Dirham menjelaskan bahwa semuanya sudah kita laporkan, baik itu secara lisan dan begitu juga secara tertulis semuanya kita siapkan.
“Kalau fisiknya bagus mentereng tetapi administrasinya tidak baik maka akan jadi temuan. Begitu juga kalau fisiknya bagus, administrasinya bagus, tetapi uangnya tidak cair maka akan terkena temuan juga.”
Intinya, harus mengawal progres fisik, mengawal administrasinya, serta mengawal realisasi keuangan, tutup H. Muhammad Dirham.
-------------
Humas