
Suasana saat Bimbingan
Bengkong (Kemenag Batam) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong kembali melaksanakan program Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang diikuti oleh enam pasang calon pengantin. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yakni Buya Nazri, S.Ag., selaku Penghulu KUA Bengkong, dan Ust. Ahmad Badroni, S.Pd.I., yang merupakan pegawai PLO KUA Bengkong. Sesi ini bertujuan untuk memperkokoh pondasi keagamaan dan kesiapan mental para peserta sebelum melangkah ke jenjang pernikahan yang sakral.
Dalam sesi pembekalan, Ust. Ahmad Badroni, S.Pd.I., memberikan penekanan khusus pada aspek fundamental keislaman sebagai tiang rumah tangga. Beliau membimbing peserta untuk mendalami kembali pemahaman mengenai Rukun Iman dan Rukun Islam, serta melakukan praktik langsung terkait niat dan bacaan-bacaan dalam shalat yang benar. Ust. Badroni mengingatkan agar para calon pengantin senantiasa meniatkan pernikahan mereka semata-mata karena Allah SWT, karena dengan niat yang lurus, setiap langkah dalam berumah tangga niscaya akan selalu berada dalam penjagaan dan petunjuk-Nya.
Sementara itu, Buya Nazri, S.Ag., memaparkan materi inti mengenai bimbingan mewujudkan keluarga yang Sakinah, Mawaddah, dan Warahmah (Samara). Beliau menjelaskan bahwa membangun keluarga Samara memerlukan kesabaran, komunikasi yang efektif, serta pemahaman mendalam tentang hak dan kewajiban masing-masing pasangan. Melalui arahan yang diberikan, diharapkan para calon pengantin memiliki visi yang jelas dalam menciptakan ketentraman dan kebahagiaan di dalam rumah tangga mereka nantinya.
Sinergi antara materi spiritual dari Ust. Ahmad Badroni dan bimbingan manajerial keluarga dari Buya Nazri memberikan wawasan yang sangat komprehensif bagi para peserta. Tidak hanya sekadar mendengarkan ceramah, pembekalan ini juga diisi dengan sesi interaktif agar para calon pengantin dapat memahami cara menghadapi berbagai dinamika kehidupan pernikahan. KUA Bengkong berkomitmen agar setiap pasangan yang terdaftar tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal ilmu agama yang mumpuni.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi positif dan respon antusias dari para peserta. Salah satu calon pengantin mengungkapkan rasa puas dan syukur atas bimbingan yang diberikan, karena materi yang disampaikan sangat menyentuh aspek spiritual dan praktis yang sangat mereka butuhkan. Dengan bekal pengetahuan mengenai rukun agama dan konsep keluarga Samara, keenam pasangan tersebut mengaku lebih mantap dan percaya diri untuk memulai lembaran baru dalam ikatan suci pernikahan. (Humas KUA Bengkong)