
Suasana saat Pelayanan Daftar Nikah dan Bimbingan Catin
Bengkong (Kemenag Batam) --- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong tetap menunjukkan dedikasi tinggi dalam melayani masyarakat di penghujung tahun. Pada Selasa, 30 Desember 2025, suasana kantor tampak produktif dengan berbagai aktivitas pelayanan publik. Salah satu fokus utama hari ini adalah pelayanan administrasi pendaftaran nikah yang dilayani langsung oleh 2 pegawai KUA Bengkong, H. Luqman Hakim, M.Pd. Dan Baharuddin, S.Pd.I., yang dengan sigap membantu warga dalam melengkapi berkas-berkas persyaratan pernikahan.
Di Balai Nikah, sebanyak 7 pasang calon pengantin (catin) mengikuti kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) yang bertujuan untuk membekali mereka sebelum memasuki jenjang rumah tangga. Salah satu pasangan yang hadir adalah Wahyu Atmaja dan Nisa Anda, warga asal Bengkong Asrama. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Imam Khoiruddin, S.Pd.I. dan H. Ahmad Badroni, S.Pd.I., yang memberikan arahan komprehensif mengenai visi dan misi pernikahan Islami.
Imam Khoiruddin, S.Pd.I., dalam materinya menekankan tema pentingnya mempersiapkan dan memperkokoh ketahanan rumah tangga agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Beliau memaparkan bahwa pondasi keluarga yang kuat tidak hanya dibangun di atas cinta, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual yang matang. Hal ini menjadi krusial mengingat tantangan kehidupan berkeluarga di era modern semakin kompleks.
Metode bimbingan yang diterapkan berlangsung secara interaktif melalui dialog tanya jawab dan berbagi pengalaman mengenai realita kehidupan remaja masa kini. Para peserta diajak berdiskusi secara terbuka mengenai cara menjaga amalan ibadah serta pentingnya tetap berbakti kepada orang tua meski sudah berkeluarga. Imam menekankan bahwa keberkahan dalam rumah tangga sangat bergantung pada ridha orang tua dan ketaatan kepada Sang Pencipta.
Sesi bimbingan kemudian ditutup dengan penguatan spiritual oleh H. Ahmad Badroni, S.Pd.I. Dalam pesan penutupnya, ia memberikan penekanan khusus pada aspek aqidah dan kedisiplinan ibadah. ia berpesan dengan tegas agar para calon pengantin tidak sekali-kali meninggalkan salat lima waktu, karena salat adalah tiang agama yang akan menjaga keharmonisan dan ketenangan batin dalam mengarungi bahtera rumah tangga.
Kegiatan ini pun mendapat apresiasi positif dari para peserta. Raut wajah senang dan gembira terpancar dari pasangan calon pengantin yang merasa lebih siap secara ilmu dan mental. Wahyu dan Nisa mengungkapkan rasa syukur karena mendapatkan pembekalan yang sangat relevan dengan kebutuhan mereka, sehingga mereka merasa lebih optimis dalam menyongsong hari baru sebagai pasangan suami istri. (Humas KUA Bengkong)