Batam (Kemenag) β Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, H. Budi Dermawan, menghadiri kegiatan Workshop Implementasi Kokurikuler Berbasis Pembelajaran Mendalam di sekolah binaan Kota Batam yang digelar di Aula Fauzi Mahbub Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Rabu (21/1).
Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dan madrasah binaan agar mampu menghasilkan peserta didik yang lebih baik, baik dari aspek akademik maupun penguatan karakter. Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Asosiasi Pengawas Agama Indonesia (APSI) Kota Batam sebagai bentuk komitmen dalam mendukung transformasi pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran mendalam (deep learning).
Dalam arahannya, Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai workshop tersebut sangat strategis dalam memperkuat peran kokurikuler sebagai pendukung utama proses pembelajaran di satuan pendidikan.
βMelalui workshop ini, saya berharap para pendidik dan pengawas dapat semakin memahami pentingnya pembelajaran mendalam yang tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak peserta didik,β ujar Budi Dermawan.
Ia juga menegaskan kebijakan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di madrasah negeri dan swasta di Kota Batam yang mewajibkan calon peserta didik memiliki sertifikat Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDTA).
βKebijakan ini merupakan ikhtiar kita bersama untuk mencetak generasi muda yang saleh dan salehah serta memiliki fondasi keagamaan yang kuat,β tambahnya.
Sementara itu, Ketua APSI Kota Batam, Darsudi, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa implementasi kokurikuler berbasis pembelajaran mendalam merupakan bagian penting dalam menjawab tantangan pendidikan saat ini.
βKokurikuler harus dirancang secara terintegrasi dengan pembelajaran di kelas, sehingga mampu menggali potensi peserta didik secara menyeluruh, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun sikap,β ungkap Darsudi.
Narasumber lainnya, Lily Rosnawati selaku Pengawas SMA Provinsi Kepulauan Riau, menekankan pentingnya kolaborasi antara pengawas, guru, dan satuan pendidikan dalam mengimplementasikan pembelajaran mendalam secara berkelanjutan.
βPembelajaran mendalam tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan sinergi semua pihak agar kokurikuler benar-benar menjadi ruang pembentukan karakter, kreativitas, dan daya pikir kritis peserta didik,β tutur Lily Rosnawati.
Workshop ini diikuti oleh para pengawas dan pendidik sekolah binaan di Kota Batam. Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias dan diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama Kota Batam.
















