BATAM (Kemenag) — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam menunjukkan wujud nyata toleransi dan kepedulian sosial melalui aksi kolaborasi penyuluh lintas agama. Para penyuluh agama Hindu, Katolik, dan Kristen bergerak bersama memberikan penguatan rohani bagi para pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Kota Batam pada Rabu (2/9/2026).

Kehadiran para penyuluh agama ini bertujuan untuk memberikan dukungan moril, doa, serta ketenangan jiwa bagi para pasien yang sedang menjalani perawatan medis. Melalui pendekatan keagamaan yang sejuk dan inklusif, kehadiran lintas iman ini disambut hangat oleh pihak manajemen rumah sakit, pasien, maupun keluarga yang mendampingi.

Perkuat Mental dan Spiritual Pasien

Langkah bersama ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Kota Batam. Selain mendampingi secara spiritual sesuai ajaran agama masing-masing, para penyuluh juga menyebarkan pesan perdamaian, kebersamaan, dan optimisme.

Penyuluh Agama Hindu, Lilik Widyawati, menyampaikan bahwa kesehatan fisik dan kedamaian pikiran saling berkaitan erat dalam proses penyembuhan.

"Kehadiran kami di sini adalah untuk memberikan kedamaian pikiran dan rasa tenang. Dalam ajaran Hindu, ketenangan jiwa (shanti) adalah obat yang sangat penting untuk membangkitkan energi kesembuhan fisik. Kami ingin memastikan pasien merasa didukung dan tidak sendirian," ujar Lilik Widyawati.

Penyuluh Agama Katolik memberikan peneguhan iman dan pendampingan moral untuk memperkuat pengharapan serta daya tahan pasien.

Penyuluh Agama Kristen memberikan penghiburan spiritual dan doa kesembuhan agar para pasien tetap teguh dan optimistis di tengah masa pemulihan.

Melalui kegiatan pendampingan spiritual secara terpadu ini, Kemenag Kota Batam berharap dapat terus menghadirkan nilai-nilai moderasi beragama yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang membutuhkan penguatan di saat sakit.