
Merajut Ukhuwah di Pulau Terluar: KUA Nongsa dan Sagulung Salurkan Bansos Bagi Muallaf Suku Asli Selat Desa
BATAM (Kemenag) β Semangat berbagi kebahagiaan melampaui batas daratan. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Nongsa dan KUA Kecamatan Sagulung menggelar aksi kolaborasi kemanusiaan dengan menyambangi masyarakat suku asli di Pulau Selat Desa, Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Minggu (15/2).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat tali silaturahmi antara institusi keagamaan dengan masyarakat di wilayah pesisir Batam.
Sentuhan Kasih untuk 30 Kepala Keluarga
Dalam kunjungan tersebut, rombongan KUA menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada 30 Kepala Keluarga (KK) yang merupakan muallaf dari suku asli Pulau Selat Desa. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi wujud nyata dalam memberikan perhatian kepada masyarakat di pelosok pulau.
Suasana haru dan bahagia tampak menyelimuti wajah warga saat menerima paket bantuan. Bagi warga suku asli yang kini telah memeluk Islam, kehadiran para penyuluh dan kepala KUA ini merupakan suntikan semangat spiritual tersendiri.
Edukasi Sosial: Stop Pernikahan Dini
Tidak hanya sekadar memberikan bantuan materi, kolaborasi ini juga diisi dengan pesan-pesan edukatif bagi ketahanan keluarga. Kepala KUA Sagulung, Rudiansyah, dalam sambutannya menekankan pentingnya menjaga masa depan generasi muda melalui pendidikan dan perlindungan hukum.
Salah satu pesan utama yang dibawa adalah mengenai pencegahan pernikahan di bawah umur. Rudiansyah mengingatkan warga agar memastikan putra-putri mereka mendapatkan pendidikan yang layak dan menikah pada usia yang telah ditetapkan oleh undang-undang.
"Pernikahan harus dipersiapkan dengan matang, baik secara fisik, mental, maupun ekonomi. Mencegah pernikahan dini adalah langkah awal kita untuk melahirkan generasi suku asli yang lebih kuat, sehat, dan berkualitas secara pendidikan," tegas Rudiansyah di hadapan para tokoh masyarakat setempat.
Sinergi untuk Umat
Kegiatan kolaborasi ini mendapat apresiasi positif dari warga Kelurahan Ngenang. Melalui aksi nyata ini, KUA Nongsa dan KUA Sagulung membuktikan bahwa peran KUA tidak hanya terbatas pada urusan administratif di kantor, tetapi juga turun langsung ke lapangan untuk menyentuh hati umat dan memberikan solusi atas persoalan sosial di masyarakat.
Diharapkan, kunjungan ini menjadi pembuka bagi program-program pembinaan mualaf dan pemberdayaan masyarakat pulau lainnya di masa mendatang.