
LAZ Batam Gelar RKAT 2026: Targetkan Dampak Sosial Berkelanjutan dan Sinergi Lintas Sektor
Batam (Kemenag) β Lembaga Amil Zakat (LAZ) Batam menyelenggarakan Rapat Kerja Anggaran Tahunan (RKAT) 2026 pada Sabtu (3/1), bertempat di Hotel Golden Bay, Bengkong. Dengan mengusung tema "Optimalisasi Zakat untuk Dampak Sosial yang Berkelanjutan", kegiatan ini menjadi momentum strategis bagi LAZ Batam untuk memperkuat peran dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
Ketua LAZ Batam, Syarifuddin, mengungkapkan rasa syukur atas tercapainya target penghimpunan Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) sebesar Rp5 Miliar pada tahun 2025.
"Amanah dari masyarakat terus kita pegang teguh dalam penyaluran zakat. Semoga kita semua diberikan kesehatan untuk terus mengemban amanah yang berkelanjutan ini," ujar Syarifuddin dalam sambutannya.
Ketua Dewan Pembina LAZ Batam, Ahmad Dahlan, menekankan bahwa kenaikan status LAZ Batam ke tingkat provinsi membawa tantangan baru. Ia menyoroti perbedaan tingkat kesadaran zakat di wilayah lain dibandingkan dengan Batam.
"Ini tantangan tersendiri. Diperlukan kerja keras dalam sosialisasi zakat di wilayah baru. Saya berharap seluruh tim tetap semangat dalam menjalankan tugas mulia ini," tegas Ahmad Dahlan.
Ketua Dewan Pengawas, Usman Ahmad, mengingatkan bahwa kepercayaan masyarakat adalah aset terbesar. "Di lapangan, banyak warga yang menunggu uluran tangan LAZ Batam. Kepercayaan ini harus dijaga terus. Semoga tujuan mulia kita dikabulkan Allah SWT."
Melengkapi hal tersebut, Bustami Husein selaku Dewan Pengawas menambahkan prinsip fundamental dalam pengelolaan zakat, yaitu 4 Aman:
"Tugas amil saat ini bukan sekadar menerima 2,5% harta, melainkan bagaimana meyakinkan masyarakat agar tergerak untuk berzakat," tambah Bustami.
Turut hadir Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, yang memaparkan potensi zakat dan wakaf di Batam yang sangat besar. Beliau menitipkan pesan penting mengenai transparansi dan kolaborasi.
"Pesan saya bagi pengelola adalah menjaga syariatnya, memastikan penyaluran sesuai syariah, dan tertib dalam laporan keuangan. Selain itu, perlu ada diskusi dan sinergi antar lembaga zakat agar manfaatnya lebih luas," ungkap Budi.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus, dewan pembina, dewan pengawas, serta staf pelaksana LAZ Batam yang siap menyongsong program kerja tahun 2026 dengan lebih optimis dan profesional.