Batam (Kemenag) — Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, H. Budi Dermawan, menghadiri sekaligus memimpin doa dalam kegiatan Workshop Smart App untuk Guru Raudhatul Athfal (RA) se-Kepulauan Riau yang diadakan oleh Pimpinan Wilayah Ikatan Guru Raudhatul Athfal (PW IGRA) Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Aziziyah Lantai 2 Asrama Haji Batam Center pada Jumat, 11 - 13 September 2026.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau, H. Zulkarnain, Pengawas Madrasah Hj. Muniroh, serta Ketua PW IGRA Kepulauan Riau, Rahayuliana, yang hadir bersama jajaran pengurus untuk menyukseskan terselenggaranya kegiatan peningkatan kompetensi pendidik RA ini.
Dalam arahannya, H. Zulkarnain menekankan agar pelatihan penggunaan aplikasi cerdas (Smart App) ini dapat diimplementasikan secara optimal oleh para peserta. "Pelatihan Smart App ini harus benar-benar direalisasikan dalam proses pembelajaran di RA. Karena kita sudah mendatangkan narasumber langsung dari Jakarta dan Jawa Tengah, ilmu yang didapat harus diaplikasikan secara nyata di kelas masing-masing," tegasnya.
Selain itu, juga mendorong para guru dan pengurus PW IGRA untuk memperkuat publikasi digital melalui media sosial. "Setiap kegiatan pelatihan PW IGRA agar dimasukkan ke media sosial atau live streaming, supaya teman-teman IGRA di daerah lain seperti Natuna dan Lingga bisa ikut mengetahui jalannya kegiatan," pesan H. Zulkarnain.
H. Zulkarnain juga menambahkan bahwa keterbatasan jumlah siswa tidak menjadi halangan untuk berprestasi dan dikenal masyarakat. "Begitu juga bagi RA yang siswanya sedikit, misal hanya 15 orang, buatlah Gebyar RA bersama agar wali murid dan masyarakat luas bisa melihat langsung kreativitas anak-anak kita," pungkasnya.
Sementera itu , H. Budi Dermawan menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para pendidik sejak usia dini. "Transformasi digital dalam dunia pendidikan harus dimulai sejak dini. Melalui Workshop Smart App ini, kami berharap para guru Raudhatul Athfal di Kepulauan Riau semakin adaptif, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk mencetak generasi yang cerdas serta berkarakter," ujarnya di sampaikan terpisah.
Budi juga menambahkan bahwa keterbatasan bukanlah halangan untuk terus berinovasi dan menunjukkan eksistensi lembaga melalui berbagai kegiatan kreatif bersama para orang tua murid.” pungkasnya

















