
Suasana saat Majelis Berjalan
Batam (Kemenag) – Aktivitas keagamaan di Kecamatan Bengkong tetap membara meskipun cuaca kurang bersahabat. Acara “Bengkong Berdzikir” yang diselenggarakan di Masjid Jami’ Istiqomah, Bengkong Abadi, Tanjung Buntung, pada Jum'at (28/11), disambut antusias luar biasa oleh masyarakat.
Sejak sore, hujan deras mengguyur wilayah tersebut, namun hal itu tidak menyurutkan semangat jamaah. Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkong turut hadir, menunjukkan dukungan institusional terhadap penguatan spiritual warga. Ratusan jamaah memadati setiap sudut masjid, membuktikan kuatnya kerinduan masyarakat Bengkong akan majelis ilmu dan zikir.
Semangat para jamaah yang hadir begitu terasa, menciptakan suasana yang hangat di tengah dinginnya malam. Banyak jamaah mengungkapkan kebahagiaan mereka karena bisa hadir. "Hujan itu ujian kecil. Justru dengan adanya hujan, kami merasa majelis ini lebih berkah," ujar salah seorang jamaah dengan mata berbinar. Komentar positif ini menegaskan tingginya semangat spiritual masyarakat, yang menganggap tantangan cuaca sebagai penambah nilai ibadah. Mereka berharap kegiatan zikir ini dapat rutin diadakan sebagai benteng moral dan spiritualitas warga.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari panitia. Kyai Sudarto, mewakili panitia, menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran jamaah dan memohon doa, dukungan, serta partisipasi seluruh warga untuk kelancaran dan kesuksesan Haul Akbar yang akan datang. Ia menekankan bahwa Haul Akbar merupakan agenda penting yang membutuhkan kerja sama dan semangat gotong royong dari semua pihak di Bengkong agar berjalan sukses dan membawa keberkahan.
Sementara itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Bengkong, Ilyas, dalam sambutannya menyampaikan pesan penting tentang lingkungan dan kebersihan. Ia mengajak seluruh warga Bengkong untuk peduli terhadap masalah kebersihan dan berhenti membuang sampah sembarangan. Ilyas juga mengingatkan bahwa kebersihan adalah bagian dari iman dan merupakan tanggung jawab kolektif. Pesan ini relevan mengingat Bengkong sebagai salah satu wilayah padat, menekankan bahwa spiritualitas harus sejalan dengan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.
Majelis zikir dan tausiyah tersebut ditutup dengan pembacaan doa yang khusyuk dan penuh pengharapan oleh KH. Ahmad Badroni. Dalam doanya, KH. Ahmad Badroni berharap agar majelis yang diselenggarakan ini menjadi sebab Allah SWT terus menurunkan rahmat khusus kepada seluruh warga Kecamatan Bengkong, melindungi mereka dari segala bencana, dan memberikan kemudahan dalam urusan dunia dan akhirat. Penutupan doa yang mengharukan ini menandai berakhirnya acara "Bengkong Berdzikir" yang sukses menarik partisipasi jamaah meskipun tantangan cuaca.